Setelah Penumpang Terlantar di Bandara, Polres Maros Tangkap Buron Rapid Antigen Palsu

Pelaku pemalsuan dokumen rapid tes swab antigen sedang menjalani pemeriksaan di Polres Maros. (Foto: indra_menit)
Tangkap buron – Surat keterangan hasil Rapid Tes Swab Antigen palsu berhasil diungkap setelah 18 penumpang terlantar. Pelakunya, oknum pegawai RSU UIT, Makassar inisial AH. “Sekarang pelaku sudah kami tangkap dan sedang menjalani pemeriksaan, ancaman hukumannya 6 tahun penjara,” kata Inspektur Satu Polisi Rusly.
menitindonesia, MAROS – Terungkap melalui media sosial. Sekitar 18 penumpang reseh di Bandara Sultan Hasanuddin, di Kabupaten Maros. Mereka dicekal masuk ke area terminal karena menggunakan surat Rapid Test Swab Antigen palsu.
Dugaan pemalsuan surat ketererangan rapid antigen palsu itu, diendus oleh Unit Reskrim Polres Maros, meskipun kasus tersebut sempat ditelisik di Polsek Bandara dan informasinya simpang siur.
Namun, Unit Reskrim Polres Maros bergerak cepat, melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi termasuk korban. Dari hasil pemeriksaan saksi dan korban, diketahui, pelaku pembuat surat keterangan rapid palsu itu adalah oknum pegawai di RSU Universitas Indonesia Timur, bernisial AH (32 tahun), berasal dari Kabupaten Gowa.
Setelah perbuatannya ketahuan, AH kemudian melarikan diri. Polres Maros, dipimpin oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Iptu Rusly, melakukan pengejaran kepada AH. Setelah dicari di RSU UIT, AH tak ditemukan di sana.
Namun, polisi terus mengendus keberadaan AH yang telah menjadi buron itu. Dari informasi yang dihimpun, akhirnya polisi mengetahui jika AH sedang bersembunyi di salah satu rumah keluarganya di Desa Kurusumange, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros. AH ditangkap dan digelandang ke Markas Polres Maros, pada Minggu (31/1/2021).
Iptu Rusli bilang, setelah berusaha mencari tahu, polisi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait keberadaan AH itu. Dari informasi itu, Rusly lalu memerintahkan anak buahnya menangkap AH di rumah persembunyian yang dimaksud.
“Pelaku sudah diamankan pas dini hari tadi. Pelaku sempat kabur setelah melihat berita tentang 18 calon penumpang di Bandara Sultan Hasanuddin gagal di berangkatkan karena menggunakan surat Rapid Swab Antigen palsu,” kata Rusly kepada wartawan Minggu, (31/1).
Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 263 ayat (1) tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Indra Sadli Pratama)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini