STIE Amkop-KPID Sulsel Teken MoU, Dorong Siaran Sehat Melalui Industri Kreatif

Penandatanganan kerjasama STIE Amkop dan KPID Sulsel untuk mengembangkan industri kreatif di bidang penyiaran. (Foto: Ist_Menit)
menitindonesia, MAKASSAR – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Amkop dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Selatan, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Selasa (6/4/20210).
Kesepakatan antara Amkop dan KPID Sulawesi Selatan dilakukan di sela acara Dies Natalis ke 58 STIE Amkop, dan Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana di Hotel Claro, Makassar.
Ketua STIE Amkop Bahtiar Maddatuang mengatakan, pihaknya dan KPID Sulsel sepakat untuk mendorong lahirnya konten kreatif dan program siaran yang sehat dari kalangan Mahasiswa, dan mendukung upaya KPID mewujudkan siaran Industri Penyiaran yang sehat di Sulawesi Selatan.
“Kami baru saja membuka jurusan baru Manajemen Bisnis Digital di Amkop, kami harap bisa melahirkan Mahasiswa kreatif jelang digitalisasi penyiaran. Dan mendukung siaran sehat di Sulawesi Selatan,” kata Bahtiar Maddatuang.
Sementara itu, Ketua KPID Sulsel Muhammad Hasrul Hasan mengatakan, Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, membawa angin segar terhadap dunia penyiaran di Indonesia.
“Dalam undang undang yang disahkan November 2020 lalu, mengamanatkan migrasi penyiaran televisi terseterial dari sistem analog, ke digital yang rencananya akan diberlakukan pada November 2022 mendatang.,” ungkap Hasrul.
Didampingi Kordinator Bidang Isi Siaran, Irwan Ade Syahputra, Hasrul mengatakan, Undang-Undang Cipta Kerja telah membuka jalan kebuntuan regulasi bidang Penyiaran.
“Keuntungan juga akan diperoleh oleh orang-orang yang berkecimpung dalam industri kreatif.
Penyiaran digital akan membuka peluang kepada Mahasiswa untuk lebih kreatif sehingga mampu memproduksi industri konten penyiaran,” ucapnya.
Selain itu, ia menyampaikan terimakasih ke pimpinan STIE AMKOP yang mendukung upaya KPID menghadirkan siaran yang sehat untuk Masyarakat.
Hasrul menambahkan perencanaan switch off sistem analog sudah mulai dilakukan di 1 April 2021 dan batas akhir siaran analog ditetapkan pada 2 November 2022.
KPID Sulawesi Selatan, kata dia, berencana mengevaluasi seluruh konten lokal yang ada di televisi stasiun jaringan.
“Tentunya KPID butuh masukan dari pihak Kampus dan praktisi di bidang penyiaran sehingga kedepannya program-program siaran terkait konten lokal menjadi lebih baik,” pungkas Hasrul. (andi ade zakaria)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini