100 Hari ‘Harapan Baru’ Bulukumba Dinilai Sukses, Andi Diking: Yang Bilang Gagal Hatinya Berkabut dan Idap Penyakit Dengki

Aktivis PPI Bulukumba, Andi Diking (Foto: Ist)
menitindonesia, BULUKUMBA – Kerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba, HA Muchtar Ali Yusuf dan H Edy Manaf, dinilai Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Kabupaten Bulukumba sukses meletakkan dasar-dasar programnya ke depan.
“Dalam waktu 100 hari, Muchtar Ali Yusuf dan Edy Manaf sudah menunjukkan kinerja yang baik dan meletakkadan dasar programnya. Ini pertanda, Bulukumba dalam kepemimpinan keduanya akan menghadirkan perubahan dan kesejahteraan bagi masyarakat Bulukumba,” kata Wakil Ketua PPI Bulukumba, Andi Diking.
Dia juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang ingin mencari panggung dan menyebar berita hoaks yang mengesankan seolah-olah selama 100 hari kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bulukumba ini terkesan gagal.
“Ada sebuah lembaga mengesankan Bupati dan Wabup gagal dalam 100 hari. Mungkin mereka mencari sensasi yang kemungkinan hatinya berkabut, sehingga tidak bisa melihat kesuksesan di depan matanya,” ucap Diking.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, penilainan terhadap kinerja 100 hari Bupati dan Wakil Bupati, di alam demokrasi adalah hal yang wajar, dan bahkan dianggap penting sebagai wujud partisipasi dalam iklim yang demokratis.
Namun, ia mengemukakan, bahwa penilaian yang disampaikan harus berdasarkan riset dan data-data yang aktual serta terukur.
“Menyampaikan penilaian gagal tanpa data dan riset yang terukur itu sama saja menyampaikan fitnah yang datang dari rasa benci, iri dan dengki,” ucapnya.
Dia menjelaskan, bahwa fakta yang ada dalam 100 hari kepemimpinan HA Muchtar Ali Yusuf dan H Edy Manaf. Kabupaten Bulukumba, mengalami banyak perubahan, misalnya penataan kota, kebersihan meningkat, upaya mengurangi banjir jika musim hujan dikerjakan sungguh-sungguh dan disiplin pegawai ditingkatkan, serta birokrasi sudah mulai tertata sehingga pelayanan lebih ramah dan dekat dengan warga masyarakat.
“Dalam 100 hari, perubahan drastis yang bisa dilihat, yakni pelayanan Disdukcapil sudah sampai di kecamatan, pemberian insentif guru mengaji lancar, diadakan bibit unggul dan penyaluran bantuan rumpon. Prioritas kegiatan dalam 100 hari, nyata. Jadi kalau ada yang bilang gagal, berarti bisa disimpulkan, orang tersebut mengidap penyakit dengki, senang melihat orang gagal dan susah melihat orang sukses,” sindir Dikking.
Sebelumnya, Direktur Bulukumba Monitoring center (BMC), Firman Ghani, menilai pemerintahan Harapan Baru gagal total di 100 hari kerja. Sejumlah kebijakan yang dikeluarkan, dia nilai tidak pro kepada masyarakat.
“Apa yang terjadi hari ini di Bulukumba, sangat Miris. Ternyata, Pemkab gagal menjalin harmonisasi dengan Legislatif. Padahal kedua lembaga ini sangat penting sejalan untuk kebijakan-kebijakan pro masyarakat,” pungkas Firman. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini