menitindonesia, MAKASSAR — Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menantang kepengurusan baru DPD I Golkar Sulawesi Selatan untuk mengembalikan kejayaan partai dan merebut kembali kursi legislatif yang hilang pada Pemilu 2024.
Pesan itu disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Sabtu (18/7/2026). Forum tersebut menjadi momentum penting bagi Golkar Sulsel untuk memilih ketua baru sekaligus menyusun strategi menghadapi agenda politik mendatang.
“Lewat Musda ini saya minta untuk segera merumuskan langkah-langkah yang terukur dengan konsolidasi yang bagus. Kita harus bersepakat mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Provinsi Sulawesi Selatan. Tidak ada cara lain,” tegas Bahlil.
Musda XI Golkar Sulsel diikuti 24 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kabupaten/kota serta 166 anggota Fraksi Golkar se-Sulawesi Selatan yang memiliki hak suara. Forum tersebut juga dihadiri ribuan kader dan undangan yang memadati lokasi kegiatan.
Bahlil menegaskan Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis bagi Partai Golkar karena selama ini menjadi barometer kekuatan partai berlambang pohon beringin di kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, keberhasilan Golkar Sulsel akan menjadi cerminan kekuatan partai di wilayah timur Indonesia.
“Berbicara Partai Golkar di wilayah timur, simpulnya adalah Sulawesi Selatan. Kejayaan Partai Golkar di wilayah timur selalu mengambil contoh di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Pernyataan Bahlil bukan tanpa alasan. Pada Pemilu 2024, Golkar kehilangan posisi sebagai partai pemenang di DPRD Sulsel setelah perolehan kursinya turun menjadi 14 kursi.
Jumlah tersebut menurun dibanding periode sebelumnya yang mencapai 17 hingga 18 kursi dan mengantarkan Golkar menduduki kursi Ketua DPRD Sulsel.
Posisi pemenang kemudian direbut Partai NasDem yang berhasil meraih 17 kursi di DPRD Sulsel.
Bahlil mengakui penurunan tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi kepengurusan baru. Namun ia menilai kondisi itu lebih disebabkan faktor strategi politik, bukan melemahnya militansi kader.
“Sekalipun kursi turun, itu persoalan strategi saja. Saya yakin militansi kader Golkar tetap ada untuk mendorong partai ini lebih maju,” katanya.
Karena itu, ia meminta hasil Musda tidak berhenti pada pemilihan ketua semata, melainkan menjadi awal konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat desa.
Bahlil menginstruksikan agar setelah Musda tingkat provinsi selesai, pengurus baru segera menggelar musyawarah di tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa.
Menurutnya, kekuatan utama Golkar terletak pada jaringan akar rumput yang selama ini menjadi mesin pemenangan partai.
Ia juga mengingatkan target yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar, yakni meningkatkan perolehan kursi di DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota pada pemilu mendatang.
“Target partai jelas. Kita harus menaikkan kursi DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Itu menjadi tugas dan tanggung jawab pengurus baru ke depan,” tegasnya.
Selain itu, Golkar juga diminta terus memperkuat dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda XI Golkar Sulsel, Lukman B. Kady, mengatakan seluruh tahapan pelaksanaan Musda telah dipersiapkan sesuai mekanisme organisasi partai.
Ia memastikan seluruh peserta yang memiliki hak suara telah melalui proses verifikasi administrasi berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta peraturan organisasi.
“Kami memastikan seluruh peserta yang memiliki hak suara telah memenuhi persyaratan administrasi sesuai ketentuan AD/ART dan peraturan organisasi. Ini bentuk komitmen menjaga legitimasi proses demokrasi internal partai,” ujar Lukman.
Menurutnya, Musda XI Golkar Sulsel menjadi salah satu agenda terakhir pelaksanaan musyawarah daerah Partai Golkar di kawasan Indonesia Timur.
Tingginya antusiasme kader terlihat dari membludaknya peserta dan undangan yang hadir. Panitia mencatat sekitar 2.000 undangan menghadiri pembukaan Musda sehingga akses ke ruang utama acara harus dibatasi.
Lukman berharap forum tersebut dapat berlangsung lancar dan menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu membawa Golkar Sulsel kembali menjadi kekuatan utama politik di daerah.
“Kami berharap Musda ini berjalan dengan baik, lancar, rukun, dan menghasilkan kader terbaik untuk memimpin Golkar Sulawesi Selatan ke depan,” pungkasnya.