DPRD Makassar Dukung Penataan Kawasan, Minta Pemkot Jamin Usaha PKL Tetap Hidup

Anggota DPRD Makassar, Basdir. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Basdir, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Kota Makassar menata kawasan Benteng Rotterdam, termasuk rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) es kelapa yang selama ini berjualan di sekitar lokasi.
Meski demikian, Basdir mengingatkan agar kebijakan relokasi tidak hanya sebatas memindahkan pedagang dari satu titik ke titik lainnya, tetapi juga menjamin keberlangsungan usaha para pelaku UMKM.
Pernyataan itu disampaikan saat dialog antara pedagang dan jajaran pemerintah terkait rencana penataan kawasan Benteng Rotterdam di gedung sementara DPRD Kota Makassar, Jalan Letjen Hertasning, Rabu (17/6/2026).
Menurut Basdir, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan relokasi pedagang dapat berhasil jika pemerintah turut mengintervensi dan menghidupkan kawasan baru yang menjadi lokasi usaha para pedagang.

BACA JUGA:
Makassar Bersiap Sambut Delegasi 28 Negara, Appi Matangkan Pengamanan IGS 2026

“Kalau tidak ada intervensi pemerintah terhadap lokasi yang baru, pasti mati. Tetapi ada juga relokasi yang sampai hari ini tetap eksis bahkan semakin sukses karena ada upaya-upaya untuk membuat tempat itu ramai,” ujar politisi PKB tersebut.
Anggota Komisi B DPRD Makassar itu menilai persoalan utama bukan terletak pada proses pemindahan pedagang, melainkan bagaimana pemerintah memastikan lokasi relokasi memiliki potensi ekonomi yang mampu menopang usaha mereka.
“Kalau cuma dipindahkan begitu saja kemudian ditinggalkan, mati berdiri pedagang kaki lima. Tapi kalau disiapkan tempat yang baik dan ada upaya membuatnya ramai, tentu peluang berhasil jauh lebih besar,” katanya.
Basdir menegaskan, pemerintah tidak boleh melepas begitu saja para pedagang setelah proses relokasi dilakukan. Menurutnya, pendampingan harus tetap diberikan melalui berbagai kebijakan pendukung agar aktivitas ekonomi di lokasi baru dapat berkembang.
Ia menyebut sejumlah langkah yang bisa dilakukan, mulai dari penyelenggaraan event rutin untuk menarik pengunjung hingga pemberian keringanan biaya usaha bagi para pedagang.
“Kalau sudah disiapkan relokasi yang layak, jangan ditinggal karena kasihan pedagang bisa bangkrut. Tapi kalau dikawal, dijaga dengan baik, diperkuat dengan event dan diberi keringanan pembiayaan, saya kira siapa yang tidak mau,” tuturnya.
Sebagai wakil rakyat, Basdir menegaskan DPRD akan mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan pedagang agar solusi yang dihasilkan tidak merugikan salah satu pihak.
Di sisi lain, ia juga mengajak para pedagang mendukung program penataan kota yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Makassar, selama kebijakan tersebut benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat dan tidak mematikan sumber penghidupan warga.
“Penataan kota yang dilakukan Pak Wali harus kita dukung sepanjang itu demi kepentingan masyarakat secara luas dan tidak mematikan usaha masyarakat,” tegasnya.
Basdir berharap penataan kawasan Benteng Rotterdam tidak hanya menciptakan wajah kota yang lebih tertib dan nyaman, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan relokasi bukan diukur dari berpindahnya pedagang ke lokasi baru, melainkan dari kemampuan pemerintah menjaga bahkan meningkatkan pendapatan para pelaku usaha setelah penataan dilakukan.