menitindonesia, MAROS – Hingga November 2025, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros baru mencapai Rp263 miliar atau sekitar 73 persen dari total target Rp357 miliar. Artinya, Pemkab Maros masih harus mengejar sekitar Rp94 miliar dalam waktu kurang dari dua bulan sebelum tahun anggaran berakhir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Maros Andi Davied Syamsuddin mengakui capaian tersebut masih perlu digenjot.
“Masih ada sekitar Rp90 miliar yang harus dikejar. Beberapa perangkat daerah masih rendah capaian PAD-nya,” ujar Davied usai rapat evaluasi PAD di Ruang Rapat Bupati, Rabu (12/11/2025).
Ia mencontohkan, Dinas Pariwisata baru merealisasikan Rp2,5 miliar atau sekitar 38 persen dari target Rp6,7 miliar. Sementara Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Kopumdag) baru mengumpulkan Rp222 juta dari target Rp350 juta.
Meski demikian, Davied tetap optimistis kekurangan tersebut dapat ditutupi oleh sektor lain seperti Bapenda, RSUD, Dinas Kebersihan, Dinas Perhubungan, dan Dinas Pekerjaan Umum, yang mencatatkan kinerja cukup baik.
BACA JUGA:
520 ASN Maros Ikuti Tes Profiling Nasional, Ukur Kompetensi hingga Literasi Digital
“Kita harap PAD tahun ini bisa mendekati capaian tahun lalu yang mencapai 98 persen,” katanya.
Salah satu kendala terbesar tahun ini, lanjutnya, adalah penurunan pendapatan dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) akibat kebijakan pemerintah pusat yang membebaskan biaya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Kebijakan ini membuat banyak wajib pajak digratiskan untuk PBG dan BPHTB, sehingga pendapatan menurun signifikan,” jelasnya.
BACA JUGA:
Baznas Maros Salurkan 4.967 Seragam Sekolah dan Uang Tunai untuk Siswa Kurang Mampu














