menitindonesia, MAKASSAR — Langkah Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menuju kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin jelas. Politikus senior Golkar itu memastikan akan mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel pada Jumat (17/7/2026) pukul 14.00 Wita atau usai pelaksanaan salat Jumat.
Kepastian tersebut disampaikan IAS melalui surat resmi yang ditujukan kepada Pelaksana Tugas Ketua DPD I Golkar Sulsel dan Steering Committee (SC) Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulsel.
Dalam surat tersebut, IAS menyatakan kesiapannya menyerahkan langsung berkas pencalonan di Kantor DPD I Partai Golkar Sulsel sebagai bagian dari tahapan penjaringan calon ketua periode 2026-2031.
“Dengan memperhatikan tahapan pelaksanaan Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan Tahun 2026, dengan ini kami menyampaikan secara resmi rencana pengembalian berkas pendaftaran kami sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026-2031, Insyaallah Jumat, 17 Juli 2026 pukul 14.00 Wita,” demikian isi surat yang ditandatangani IAS.
Dengan kepastian tersebut, IAS menjadi satu-satunya bakal calon yang telah menyampaikan jadwal resmi pengembalian formulir kepada panitia penjaringan.
Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Ketua Musda XI Golkar Sulsel, Anugerah Amir, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, hingga penutupan pengambilan formulir pada Selasa (14/7/2026) pukul 17.00 Wita, hanya dua kader yang mengambil formulir pencalonan, yakni IAS dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi.
“Penjaringan kita tutup pukul 17.00 hari ini. Tahap selanjutnya adalah pengembalian formulir yang dijadwalkan pada 15 sampai 17 Juli 2026,” kata Anugerah.
Ia menjelaskan, panitia telah meminta seluruh bakal calon untuk menyampaikan jadwal pengembalian formulir guna memudahkan pengaturan teknis selama proses berlangsung.
“Saat pengambilan formulir, hanya IAS yang sudah melaporkan kepastian jadwal. Jumat 17 Juli pukul 14.00 Wita atau ba’da Jumat. Pihak Appi baru akan mengabarkan kemudian. Tentu tidak akan mungkin bersamaan,” ujarnya.
Sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama Steering Committee Musda, pengembalian formulir wajib dilakukan langsung oleh bakal calon. Meski demikian, kandidat tetap diperbolehkan membawa pendukung saat proses pengembalian berkas.
“Disepakati bersama SC bahwa bakal calon bisa membawa pendukung. Tapi untuk di dalam ruangan pengembalian terbatas dan harus menggunakan ID Card yang telah disediakan,” jelas Anugerah.
Panitia juga membuka ruang bagi para penandatangan surat dukungan untuk hadir saat pengembalian formulir. Langkah itu dilakukan agar proses verifikasi dukungan dapat dilakukan secara langsung.
“Ini bisa menjadi pintu kesempatan melakukan verifikasi langsung oleh panitia terkait keabsahan surat dukungan yang dibawa bakal calon,” katanya.
Menjelang pengembalian formulir, dukungan terhadap IAS terus menguat. Sebanyak 22 DPD II Partai Golkar kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan disebut siap hadir mengawal langsung proses penyerahan berkas pencalonan.
Komitmen tersebut merupakan hasil konsolidasi yang digelar para pengurus DPD II Golkar se-Sulsel di Makassar beberapa waktu lalu.
Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Viktor D Batara, mengatakan seluruh DPD II yang telah mengeluarkan surat dukungan resmi untuk IAS bersepakat mendampingi mantan Wali Kota Makassar itu saat mengembalikan formulir.
“Kita memang telah bersepakat bahwa semua DPD II yang sudah mengeluarkan surat dukungan resmi untuk IAS akan mengawal langsung saat pengembalian formulir,” ujar Viktor.
Hal senada disampaikan Ketua DPD II Golkar Gowa, H Ambas Syam. Menurutnya, kehadiran para pengurus DPD II tidak hanya menunjukkan soliditas dukungan, tetapi juga membantu panitia dalam proses verifikasi administrasi.
“Kehadiran kami saat pengembalian formulir sekaligus diharapkan menjadi ruang kemudahan bagi panitia musda untuk memverifikasi langsung keabsahan surat dukungan masing-masing DPD II,” katanya.
Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 di Makassar. Forum tersebut akan menentukan nahkoda baru Golkar Sulsel untuk lima tahun ke depan.
Dengan dukungan puluhan DPD II yang mulai terbuka dan kepastian jadwal pengembalian formulir, langkah IAS menuju arena pertarungan Musda Golkar Sulsel kini semakin menguat.