Dilantik Pimpin KONI Maros, Chaerul Pasang Target 44 Emas dan Tembus Tiga Besar Porprov

Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab saat mengibarkan bendera di usai resmi dilantik oleh ketua KONI Sulsel. (ist)
menitindonesia, MAROS — Chaerul Syahab resmi menakhodai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Maros periode terbaru setelah dilantik bersama jajaran pengurus di Grand Hall Waterboom Maros, Rabu (22/7/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua KONI Sulawesi Selatan Darmawangsyah Muin, Bupati Maros Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur, unsur Forkopimda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), hingga perwakilan cabang olahraga.
Pada kesempatan itu, Ketua KONI Sulsel Darmawangsyah Muin menilai target tiga besar yang dipasang KONI Maros pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 bukan sekadar mimpi. Menurutnya, dengan kesiapan yang ditunjukkan saat ini, Maros bahkan berpeluang finis di posisi yang lebih tinggi.
“Persiapan Maros cukup baik. Target tiga besar sangat realistis, bahkan kalau melihat kesiapan yang ada sekarang, peluang untuk meraih posisi yang lebih tinggi juga terbuka,” kata Darmawangsyah.
Wakil Bupati Gowa itu mengungkapkan, Maros menjadi daerah ketiga yang dikunjungi KONI Sulsel dalam agenda pelantikan pengurus sekaligus monitoring kesiapan daerah menghadapi Porprov 2026.
Ia melihat perkembangan olahraga di Maros menunjukkan tren positif, baik dari sisi pembinaan atlet maupun penguatan organisasi olahraga.

BACA JUGA:
Jelang Pelantikan KONI Maros, Pengurus Baru Temui Wakil Bupati Bahas Program 4 Tahun ke Depan

“Saya melihat Maros berpotensi menjadi kekuatan terbesar kedua di Sulawesi Selatan apabila pembinaan atlet terus dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Darmawangsyah juga memastikan persiapan Porprov terus dimatangkan. Terkait penganggaran, ia menegaskan seluruh mekanisme diserahkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) agar sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Ia sekaligus meluruskan isu yang sempat beredar terkait penghapusan cabang olahraga putri pada Porprov.
“Selama cabang olahraga tersebut terdaftar di KONI Pusat, maka tetap dipertandingkan. Jadi informasi mengenai penghapusan cabang olahraga putri itu tidak benar,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, menegaskan kepengurusan yang baru akan langsung bergerak memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah.
Target yang dipasang pun cukup ambisius. Maros dibidik mampu menembus tiga besar pada Porprov 2026.
“Kami menargetkan Maros bisa masuk tiga besar pada Porprov 2026,” kata Chaerul.
Untuk mewujudkan target tersebut, KONI Maros menyiapkan tiga program prioritas. Pertama, memperkuat tata kelola organisasi melalui pembenahan administrasi seluruh cabang olahraga.
Menurut Chaerul, pengurus cabang olahraga akan diberikan pembekalan administrasi agar organisasi berjalan lebih profesional dan tertata.
Program kedua berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pelatih dan wasit. KONI Maros berencana mengirim pelatih dan wasit mengikuti berbagai pelatihan guna meningkatkan kompetensi mereka.
“Prestasi atlet hanya bisa diraih jika didukung pelatih yang berkualitas,” ujarnya.
Adapun program ketiga adalah penguatan pembinaan prestasi atlet melalui training center (TC) mandiri menjelang Porprov. Selain itu, para atlet juga akan mengikuti try out dan try in guna menambah jam terbang serta memperkuat mental bertanding.
Chaerul mengungkapkan, target perolehan medali emas Maros pada Porprov 2026 dipatok sebanyak 44 medali emas. Angka tersebut mengacu pada capaian atlet Maros saat Pra Porprov.
Bahkan jika terjadi penurunan perolehan hingga 10 medali emas, Maros diperkirakan masih mampu mengamankan sekitar 34 medali emas yang dinilai cukup untuk bersaing di posisi papan atas.
“Kalau pun berkurang sekitar 10 emas, kami masih punya peluang meraih sekitar 34 emas dan itu cukup kompetitif untuk berada di posisi atas,” bebernya.
Optimisme KONI Maros juga ditopang dukungan anggaran yang meningkat. Tahun ini, dana hibah yang diterima mencapai Rp3,05 miliar atau naik sekitar Rp300 juta dibandingkan Porprov 2022 yang berada di angka Rp2,75 miliar.
Di sisi lain, perkembangan olahraga di Kabupaten Maros juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jumlah cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI bertambah dari 24 menjadi 37 cabang olahraga.
Sejumlah cabor baru yang kini berkembang di Maros antara lain pickleball, arung jeram, esport, berkuda, hapkido, hingga lari trail.
Bertambahnya cabang olahraga turut berdampak pada peningkatan jumlah atlet binaan. Jika sebelumnya hanya sekitar 200 atlet, kini jumlahnya telah menembus lebih dari 350 atlet.
“Jumlah atlet terus bertambah seiring berkembangnya cabang olahraga yang ada di Maros,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, jumlah pengurus KONI Maros juga meningkat menjadi 71 orang untuk mengakomodasi kebutuhan pembinaan dari 37 cabang olahraga yang kini aktif berkembang.
Dengan modal pembinaan yang terus meningkat, dukungan anggaran yang lebih besar, serta bertambahnya jumlah atlet dan cabang olahraga, KONI Maros optimistis mampu menjadi salah satu kekuatan utama olahraga Sulawesi Selatan pada Porprov 2026 mendatang.