Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI, Ahmad Dolli Kurnia Tanjung. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Ketua Presidium Majelis Nasional KAHMI, Ahmad Dolli Kurnia Tanjung, meminta polemik terkait pernyataan Jusuf Kalla tidak terus diperpanjang karena berpotensi memicu kegaduhan yang lebih luas.
Pernyataan itu disampaikan Dolli usai silaturahmi KAHMI dengan Jusuf Kalla di kediamannya di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026).
Dolli menilai, isu yang berkembang belakangan ini mulai melebar dan berisiko mengganggu hubungan antarumat beragama jika tidak segera diredam.
“Kami berharap persoalan ini tidak melebar ke mana-mana, apalagi sampai masuk ke ranah hukum. Tidak ada indikasi penistaan atau upaya memecah belah,” tegasnya.
Ia menegaskan, tidak ditemukan unsur penghasutan maupun upaya adu domba dalam pernyataan mantan Wakil Presiden RI tersebut. Bahkan, sejumlah tokoh agama lintas denominasi disebut telah memberikan pandangan serupa.
Menurut Dolli, sikap para tokoh agama yang menyatakan tidak ada unsur penistaan seharusnya menjadi pertimbangan bagi pihak pelapor untuk tidak melanjutkan polemik ini ke jalur hukum.
“Sejumlah tokoh agama, termasuk dari kalangan Kristen dan Katolik, juga sudah menyampaikan tidak ada unsur penistaan. Ini seharusnya menjadi rujukan bersama,” ujarnya.
Ia mengingatkan, jika persoalan ini terus dipaksakan bergulir, dikhawatirkan akan merembet ke ranah politik dan memicu konflik horizontal di masyarakat.
“Kalau ini masuk ke ranah politik, situasinya bisa semakin berbahaya. Bisa terjadi saling lapor yang berkepanjangan,” katanya.
Lebih jauh, Dolli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak pada polemik yang dinilai tidak produktif, dan lebih fokus pada isu strategis nasional.
Ia mencontohkan berbagai tantangan global yang berdampak langsung pada Indonesia, mulai dari krisis ekonomi, energi, hingga pangan yang membutuhkan perhatian serius bersama.
“Kita punya banyak persoalan besar yang harus dihadapi. Jangan sampai energi bangsa habis untuk hal-hal yang justru memecah belah,” ujarnya.
Dolli menegaskan, kekuatan utama Indonesia terletak pada keberagaman dan nilai toleransi yang selama ini terjaga.
“Kekuatan bangsa ini ada pada persatuan dan toleransi. Itu yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.
KAHMI pun berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog demi menjaga stabilitas nasional serta keharmonisan antarumat beragama.