Aliyah Mustika Minta PDAM Segera Sambung Jaringan Air ke RS Mata Makassar

Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham saat menerima Audensi manajemen RS Mata Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Persoalan pasokan air bersih di Rumah Sakit Mata Makassar menjadi sorotan serius Pemerintah Kota Makassar. Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, bahkan meminta Perumda Air Minum (PDAM) Makassar bergerak cepat menangani kebutuhan air bagi rumah sakit tersebut.
Hal itu terungkap saat audiensi Direktur Utama RS Mata Makassar, Dr.dr. Andi Tenrisanna Devi Indira bersama jajaran dengan PDAM Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Rabu (29/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, bersama Plt Direktur Keuangan, Wirda Fauzah Madjid, turut mendampingi Wakil Wali Kota Makassar.
Direktur Utama RS Mata Makassar, Devi Indira, mengungkapkan air bersih menjadi kebutuhan vital dalam operasional rumah sakit, mulai dari pelayanan medis, rawat inap hingga fasilitas umum lainnya.

BACA JUGA:
Aliyah Mustika Ilham Sambut Program ALOHA, Makassar Disiapkan Jadi Tuan Rumah Kompetisi Nasional

Namun, sumber air yang dimiliki rumah sakit saat ini dinilai belum layak untuk menunjang pelayanan kesehatan secara maksimal. Sumur dalam yang digunakan menghasilkan air dengan kadar kapur tinggi.
“Selama ini kami terpaksa membeli air dari pihak ketiga setiap hari. Ini tentu menjadi beban operasional yang cukup besar,” ujar Devi.
Ia menjelaskan terdapat dua alternatif jalur distribusi air PDAM menuju rumah sakit. Jalur pertama melalui poros Jalan Perintis Kemerdekaan dan jalur kedua dari arah belakang rumah sakit.
Setelah dilakukan pertimbangan teknis, jalur dari Jalan Perintis Kemerdekaan dinilai paling memungkinkan untuk menjamin suplai air tetap stabil.
“Kami berharap PDAM dapat membantu membangun jaringan dari arah Perintis karena itu yang paling memungkinkan secara teknis untuk menjamin kontinuitas suplai,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan persoalan pelayanan dasar di fasilitas kesehatan tidak boleh berlarut-larut.
Aliyah mengaku memiliki kedekatan emosional dengan keberadaan RS Mata Makassar karena rumah sakit itu disebut lahir dari perjuangan panjang bersama Komisi IX DPR RI pada masa lalu.
“Saya punya tanggung jawab moral terhadap kehadiran Rumah Sakit Mata ini. Rumah sakit ini lahir dari perjuangan panjang. Karena itu, ketika ada kendala yang menyangkut pelayanan masyarakat, kita harus hadir mencarikan solusi,” tegas Aliyah.
Ia meminta PDAM segera menindaklanjuti kebutuhan sambungan air tersebut tanpa berlama-lama menunggu proses teknis.
“Kalau jalurnya sudah ada di depan rumah sakit, silakan langsung dikerjakan. Jangan berlama-lama. Kalau butuh biaya, kita bicarakan. Yang penting masyarakat dan pasien tidak terdampak,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum Makkuradde, menjelaskan jaringan utama PDAM sebenarnya telah tersedia di Jalan Perintis Kemerdekaan.
Namun, untuk penarikan jalur baru menuju kawasan rumah sakit, pihaknya masih membutuhkan izin teknis dari Balai Jalan karena jalur tersebut masuk dalam koridor jalan nasional.
“Jaringan utama kita ada di Poros Perintis. Untuk masuk ke kawasan rumah sakit, kita membutuhkan izin terlebih dahulu dari Balai Jalan. Setelah izin terbit, pekerjaan bisa langsung berjalan,” jelas Syahrum.
PDAM Makassar pun memastikan proses administrasi akan dipercepat. Syahrum menargetkan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) rampung dalam dua hari sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan.
“RAB dua hari selesai. Setelah itu kita dorong proses izinnya. Ini penting karena rumah sakit adalah pelanggan strategis dan kebutuhan pelayanan publik,” katanya.
Ia menegaskan percepatan pengerjaan menjadi bagian dari komitmen PDAM dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
“Apalagi ini soal pelayanan sosial. Jadi kita harus profesional dan cepat,” tegasnya.