Band Alternative Rock Tela Noctis Rilis Single Perdana Berjudul Lilith, Hadir di Semua Platform Musik Digital

Personil Band Rock Tela Nocctis. Terdiri dari JO (vokal), Topan (gitar), Dik Ibrahim (gitar), Dani Kanada (bass), dan Edwin Saputra (drum).
menitindonesia, JAKARTA – Band alternative rock, Tela Noctis, resmi memperkenalkan diri ke industri musik nasional melalui peluncuran single debut bertajuk “Lilith”. Lagu tersebut telah tersedia di berbagai platform musik digital sejak 10 Juli 2026 dan menjadi langkah awal menuju perilisan album perdana mereka.
“Lilith” kini dapat didengarkan melalui Spotify, Apple Music, YouTube Music, JOOX, Deezer, TIDAL, Amazon Music, hingga TikTok Music.
Tak sekadar menjadi single pembuka, “Lilith” juga menjadi fondasi emosional sekaligus benang merah tematik yang akan mengikat keseluruhan album debut Tela Noctis yang dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini.
Melalui lagu tersebut, Tela Noctis mengangkat kembali sosok Lilith dari mitologi kuno. Namun, alih-alih menggambarkannya sebagai sosok menyeramkan, band ini menghadirkan Lilith sebagai simbol bagian diri manusia yang selama ini kerap dianggap gelap, ditakuti, atau sengaja disembunyikan.

BACA JUGA:
Hadirkan Partisipan 7 Negara, Makassar International Writers Festival 2026 Siap Digelar di Benteng Rotterdam

“Lilith itu soal versi diri kamu yang selama ini diajarkan untuk ditakuti. Kami ingin lagu pertama yang kami rilis menyampaikan itu dengan jelas,” demikian pernyataan Tela Noctis.
Menurut mereka, lagu ini lahir dari gagasan bahwa hal yang paling ditakuti manusia sering kali bukan sesuatu yang mengerikan, melainkan bagian dari diri sendiri yang belum sepenuhnya diterima.
Secara musikal, “Lilith” memperlihatkan identitas kuat yang ingin dibangun Tela Noctis. Aransemen alternative rock dipadukan dengan tekstur psychedelic dan atmosfer sinematik, menghasilkan warna musik yang kaya lapisan emosi.
Karakter tersebut diperkuat dengan penggunaan vokal berlapis reverb, permainan dinamika yang intens, serta perubahan ritme yang tidak terduga sepanjang lagu.
“Lilith” sekaligus menjadi gambaran awal dari arah musikal album debut Tela Noctis yang akan berisi tujuh lagu. Setelah perilisan single ini, band tersebut juga telah menyiapkan lagu berikutnya bertajuk “Should I?” yang akan dirilis sebelum album penuh diluncurkan.
Tela Noctis hadir dengan konsep besar bertajuk “Music Beyond Human Nature”, yang menjadi landasan dalam setiap karya mereka.
Melalui perpaduan alternative rock, psychedelic rock, dan atmospheric rock, band ini mengeksplorasi berbagai sisi kehidupan batin manusia yang sering kali sulit dikendalikan, mulai dari pikiran yang mengganggu, keraguan terhadap diri sendiri, hingga konflik batin akibat keberadaan berbagai versi diri yang saling bertentangan.
Tela Noctis diperkuat oleh JO (vokal), Topan (gitar), Dik Ibrahim (gitar), Dani Kanada (bass), dan Edwin Saputra (drum).
Dengan “Lilith” sebagai langkah pembuka, Tela Noctis mencoba menawarkan warna baru di skena alternative rock Indonesia sekaligus memperkenalkan identitas musikal mereka yang menggabungkan eksplorasi bunyi, atmosfer, dan refleksi psikologis dalam satu karya.