Petugas BNPB melaksanakan modifikasi cuaca untuk menangani Karhutla. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung memperkuat operasi pemadaman dengan mengerahkan puluhan helikopter dan kembali mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC).
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan peningkatan aktivitas karhutla terutama terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Minimnya hujan alami dalam hampir sepekan terakhir membuat potensi kebakaran meningkat. Kondisi itu juga memperpanjang keberadaan asap di sejumlah wilayah.
“Kondisi karhutla di Kalimantan memiliki karakteristik yang berbeda karena banyak terjadi di lahan gambut. Permukaan lahan yang terlihat sudah padam belum tentu bara di bawahnya benar-benar mati,” kata Suharyanto saat meninjau Posko Logistik Nasional Penanganan Darurat Gempa di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (23/8/2026).
Menurut Suharyanto, hujan dengan intensitas cukup menjadi salah satu kunci untuk membasahi kembali lahan gambut sekaligus mematikan bara yang masih tersimpan di bawah permukaan.
Karena itu, BNPB kembali menjadikan OMC sebagai salah satu prioritas penanganan karhutla di Kalimantan.
Berdasarkan evaluasi teknis bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi awan pada Minggu (23/8/2026) memungkinkan penyemaian awan menggunakan garam kembali dilakukan secara intensif di sejumlah wilayah Kalimantan.
“OMC menjadi salah satu prioritas kita. Hari ini sudah bisa kembali dilaksanakan secara intensif berdasarkan kondisi awan yang tersedia. Kita berharap hujan dapat segera turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan sehingga membantu proses pemadaman di lapangan,” ujarnya.
Tak hanya mengandalkan hujan buatan, BNPB juga menambah kekuatan dari udara. Sebanyak 30 unit helikopter disiagakan untuk mendukung operasi water bombing dan patroli udara di wilayah Kalimantan.
Sementara di Sumatera, pemerintah menyiagakan 22 unit helikopter untuk penanganan karhutla. Jumlah armada tersebut masih dapat ditambah sesuai kebutuhan di lapangan dan arahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk melalui koordinasi dengan Kementerian Pertahanan.
Operasi darat juga diperkuat. Personel satgas dibekali tambahan peralatan, mulai dari alat pelindung diri (APD) hingga pompa air bertekanan tinggi atau high-pressure pump.
Pemerintah juga menyiapkan dukungan hingga 100 unit mobil tangki air untuk setiap provinsi, sesuai kebutuhan. Mobil tangki tersebut akan membantu memasok air untuk operasi pemadaman di tingkat kabupaten dan kota yang terdampak karhutla.
Suharyanto menegaskan pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap karhutla di Kalimantan. Presiden Prabowo telah meminta seluruh kebutuhan operasional tim gabungan di lapangan dipenuhi dan penanganan dipercepat.
“Presiden memberikan perhatian penuh dan menginstruksikan agar kebutuhan operasional di lapangan dipenuhi. Jadi bukan hanya pemadaman dari udara, tetapi juga penguatan satgas darat, peralatan, pompa, mobil tangki, dan seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk mempercepat pengendalian karhutla,” jelasnya.
Di tengah penanganan karhutla, BNPB juga memantau dampak asap terhadap aktivitas masyarakat, termasuk penerbangan.
Kepekatan asap sempat menyebabkan jarak pandang menurun di sejumlah wilayah, seperti Banjarbaru, Palangka Raya, dan Pontianak. Kondisi tersebut terutama terjadi pada pagi hari sekitar pukul 08.00-10.00 waktu setempat.
Namun, jarak pandang dilaporkan membaik pada siang hari.
Berdasarkan pemantauan lalu lintas udara pada Minggu pagi, aktivitas penerbangan di sejumlah bandara utama masih berjalan aman dan sesuai jadwal. Bandara yang dipantau antara lain Bandara Syamsudin Noor, Bandara Supadio, dan Bandara Tjilik Riwut.
BNPB juga berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
Posko Kesehatan Terpadu diperkuat di wilayah terdampak, khususnya untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan kesehatan tertentu.
Sementara potensi asap lintas batas atau cross-border haze juga terus dipantau. Pemerintah melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Suharyanto mengatakan kondisi karhutla di Sumatera saat ini relatif lebih terkendali karena hujan masih dapat didatangkan.
“Untuk Sumatera saat ini relatif lebih terkendali karena hujan masih bisa didatangkan. Sementara untuk Kalimantan, kita terus memperkuat armada darat, menambah helikopter, dan OMC mulai berjalan kembali hari ini,” katanya.
Dengan kombinasi operasi udara, pemadaman darat, penambahan sarana dan prasarana, serta OMC, BNPB optimistis karhutla di Kalimantan dapat segera dikendalikan.
“Dengan seluruh upaya tersebut, kami optimistis karhutla di Kalimantan dapat segera kita kendalikan bersama,” pungkas Suharyanto.