Dinkes Sulsel Catat Capaian Positif Program PKB di Pangkep dan Selayar

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat berfoto bersama dengan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Sulsel. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memaksimalkan pemerataan layanan kesehatan bagi warga di daerah terpencil dan kepulauan melalui Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB).
Program yang diinisiasi pada era Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi itu mencatat perkembangan signifikan sepanjang 2024.
Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, menyampaikan bahwa PKB menjadi solusi nyata bagi masyarakat kepulauan yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan dasar.
“Secara umum, realisasi Program Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) berjalan sangat baik dan terus menunjukkan perkembangan positif. Program ini telah mampu menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit mengakses layanan kesehatan. Setiap kunjungan tim PKB disambut antusias oleh masyarakat,” kata Evi, Jumat (28/11/2025).
BACA JUGA: Di Ajang ASCC di Jepang, Gubernur Sulsel Paparkan Rencana LRT hingga MRT Mamminasata
Hingga November, PKB tercatat telah menjangkau tujuh lokus pelayanan di wilayah kepulauan, yakni empat Puskesmas di Kabupaten Pangkep—Pulau Sabutung, Pulau Liukang Tupabiring, Pulau Liukang Tangayya, dan Pulau Sarappo—serta tiga Puskesmas di Kabupaten Kepulauan Selayar, yaitu Pulau Benteng Jampea, Pulau Ujung Jampea, dan Pulau Pasilambena.
“Dari seluruh titik tersebut, total 3.979 pasien telah mendapatkan pelayanan medis, mulai dari pemeriksaan umum, imunisasi, layanan ibu dan anak, hingga layanan gizi dan kesehatan gigi,” lanjutnya.
Rinciannya, jumlah pasien tertangani di Pangkep meliputi Pulau Sabutung (733), Pulau Liukang Tupabiring (521), Pulau Sarappo (379), dan Pulau Liukang Tangayya (528). Sementara di Kepulauan Selayar tercatat Pulau Benteng Jampea (757), Pulau Ujung Jampea (638), dan Pulau Pasilambena (423).
“Angka ini terus meningkat seiring bertambahnya wilayah yang dijangkau. Ini menunjukkan program PKB tersebut benar-benar dibutuhkan dan diterima masyarakat dengan baik,” tegas Evi.
Untuk memperkuat layanan, Pemprov Sulsel menurunkan ratusan tenaga kesehatan yang tersebar di berbagai daerah. Mereka terdiri dari dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga farmasi yang ditempatkan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Setiap pelaksanaan PKB melibatkan satu tim berisi 10 orang dengan komposisi lengkap, mulai dari empat dokter spesialis dasar—Spesialis Interna, Spesialis Anak, Spesialis Obgyn, serta Spesialis Gigi dan Mulut—hingga tenaga perawat, administrasi, kefarmasian, dan koordinator lapangan.
Pelaksanaan program ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, rumah sakit pemerintah provinsi, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep dan Kabupaten Kepulauan Selayar. Mobilitas dan koordinasi lintas sektor membuat layanan PKB terus berjalan efektif dalam menjangkau area sulit akses.