GROW BPOM Bogor Raih Inovasi Nasional, Prof Taruna Ikrar: Prestasi Ini Harus Menular ke Seluruh Indonesia!

Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar menerima laporan resmi dan trofi Inovasi Terbaik ke-2 Nasional dari Kepala Balai Besar POM Bogor Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si., didampingi Staf Ahli Rita Endang dan Akbar Endra, Kamis (27/11/2025). Penghargaan ini diraih melalui program inovatif GROW BPOM.
  • Program GROW Balai Besar POM Bogor meraih Inovasi Terbaik ke-2 Nasional di LIFT EXPO ASN 2025. Jeffeta Pradeko Putra melaporkan langsung kepada Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar, yang menegaskan agar prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh UPT dan Loka POM se-Indonesia.
menitindonesia, JAKARTA — Suasana hangat terasa di ruang kerja Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Kamis (27/11/2025) sore. Kepala Balai Besar POM Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, S.Farm., M.Si., datang membawa kabar menggembirakan: inovasi GROW – Green Research Opportunities With BPOM meraih Inovasi Terbaik ke-2 Tingkat Nasional pada ajang LIFT EXPO ASN 2025 yang digelar LAN RI di Surabaya.
Trofi penghargaan itu ia serahkan langsung kepada Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, sebagai bentuk pelaporan resmi sekaligus permohonan arahan untuk penguatan program ke depan.
BACA JUGA:
Di Ajang ASCC di Jepang, Gubernur Sulsel Paparkan Rencana LRT hingga MRT Mamminasata
Jeffeta menjelaskan bahwa GROW merupakan implementasi langsung dari pidato perdana Prof. Taruna Ikrar di Istana Negara pada 19 Agustus 2024, yang menekankan transformasi pelayanan publik, penguatan hilirisasi riset, dan pemberdayaan UMKM.
“Pidato Pak Kepala (Prof Taruna Ikrar) itu sangat menginspirasi kami. Dari situlah kami di Balai Besar POM Bogor merasa terpanggil untuk menindaklanjuti pesannya dengan membuat terobosan. GROW adalah wujud nyata dari arahan beliau,” ujar Jeffeta.

Inovasi GROW: Dari Hilirisasi Riset hingga 440 Lapangan Kerja Baru

Program GROW resmi diluncurkan pada 24 September 2024 dan langsung mencatat berbagai dampak signifikan: pionir digitalisasi administrasi hilirisasi riset obat dan makanan untuk UMKM, dengan akses gratis, menciptakan 440 lapangan kerja baru, dan mendapat hibah lahan 5.897 m² dari BRIN untuk penguatan ekosistem riset, mengawal hilirisasi riset kolagen & gelatin dari tulang ikan karya Prof. Mala Nirmala (IPB), menurunkan penggunaan formalin di pabrik tahu Bogor–Depok, mendorong Produk Dalam Negeri (PDN) dan menekan inflasi, dan menyediakan pelatihan inklusif tanpa jadwal bagi peneliti dan pelaku usaha.
BACA JUGA:
Perpres MBG Terbit, Taruna Ikrar Tegaskan: Tugas BPOM Kian Jelas Kawal Keamanan Pangan Jutaan Anak Indonesia
Prestasi-prestasi itu mengantar GROW tampil sebagai inovasi terbaik kedua tingkat nasional.
Dalam arahannya, Prof. Taruna Ikrar memberikan pesan penuh wibawa namun tetap merendah dan dekat kepada jajaran. Ia menyampaikan rasa bangga atas kinerja Balai Besar POM Bogor, tetapi menekankan bahwa capaian ini harus menjadi energi positif bagi seluruh satuan kerja BPOM.
“Saya bangga dengan Balai POM Bogor. Ini bukti bahwa inovasi bisa lahir dari mana saja. Tapi yang lebih penting, prestasi ini harus menjadi motivasi bagi semua UPT dan Loka POM di Indonesia untuk bergerak lebih inovatif dan lebih dekat kepada masyarakat,” tegasnya.
Dengan sikap humble, ia menambahkan: “Keberhasilan ini bukan hanya milik Bogor. Ini kemenangan keluarga besar BPOM. Kalau satu UPT bersinar, maka sinarnya harus ikut menerangi yang lain. Kita bergerak sebagai satu kesatuan.”

Pertemuan Hangat Pimpinan BPOM

Pertemuan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Kepala BPOM Bidang Pengawasan Farmasi Rita Endang dan Staf Ahli KBPOM RI Bidang Media Sosial dan Humas Akbar Endra, yang menyaksikan penyampaian trofi dan diskusi penguatan program.
Suasana berlangsung akrab, mencerminkan budaya kolaboratif yang kini tumbuh kuat di BPOM di bawah kepemimpinan Prof. Taruna.
Begitulah. Transformasi ini berjalan nyata. Prestasi GROW menjadi bukti bahwa reformasi pelayanan publik tak hanya lahir dari pusat, tetapi juga tumbuh subur di daerah. Balai Besar POM Bogor menunjukkan bahwa ketika arahan pimpinan ditindaklanjuti dengan inovasi lapangan, dampaknya bisa menggerakkan perubahan nasional. (andi esse)