menitindonesia, MAKASSAR — Masjid Al-Markaz Al-Islami memastikan seluruh rangkaian kegiatan Ramadan 1447 Hijriah telah dipersiapkan secara matang. Mulai dari penyediaan ribuan porsi buka puasa, agenda ibadah dan dakwah, hingga pelaksanaan Bazar Ramadan yang menjadi magnet tahunan masyarakat.
Salah satu fokus utama adalah layanan buka puasa bagi jamaah. Pihak masjid menyiapkan dapur khusus yang dikelola tim internal.
Setiap hari, dapur tersebut memproduksi sekitar 1.000 hingga 1.200 porsi makanan berbuka. Seluruh proses, mulai dari pengolahan hingga distribusi, dilakukan secara mandiri dengan pengawasan internal untuk memastikan kualitas dan ketepatan pelayanan.
Di bidang ibadah, jadwal penceramah untuk salat Tarawih, Subuh, dan Duhur telah disusun lengkap. Imam Tarawih juga sudah ditetapkan.
Pelaksanaan Tarawih menerapkan sistem satu malam satu juz. Meski demikian, jamaah diberikan pilihan melaksanakan delapan rakaat maupun 20 rakaat, dengan target bacaan satu juz setiap malam.
Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, masjid kembali menggelar iktikaf mulai pukul 02.00 WITA hingga menjelang Subuh. Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan muhasabah, ceramah, dan ibadah malam lainnya.
Tak hanya ibadah, Al-Markaz juga menghadirkan Bazar Ramadan yang tahun ini diikuti sekitar 400 tenan. Jumlah tersebut dikurangi dari tahun sebelumnya yang mencapai 500 tenan, guna memberi ruang gerak lebih luas bagi pengunjung.
Tenan ditata dalam blok-blok sesuai kategori, mulai dari kuliner, fesyen, hingga pernak-pernik seperti songkok dan sajadah. Jam operasional bazar dimulai pukul 17.00 WITA hingga 24.00 WITA. Pada 10 hari terakhir Ramadan, aktivitas bazar biasanya meningkat dan sebagian pedagang membuka lapak hingga pukul 02.00–03.00 dini hari.
Sekretaris Panitia Amaliah Ramadan, Muannas, mengatakan pengurangan jumlah tenan dilakukan demi kenyamanan bersama.
“Tahun ini jumlah tenan dikurangi menjadi 400 agar sirkulasi pengunjung lebih luas dan nyaman. Kami juga menyiapkan jogging track agar tidak terjadi penumpukan seperti tahun lalu,” ujar Muannas dalam keterangannya, Rabu (18/2).
Untuk menunjang kenyamanan, panitia juga menghadirkan wahana permainan anak di area bazar. Fasilitas ini menjadi alternatif hiburan keluarga setelah salat Tarawih maupun saat berbelanja.
Selain itu, tersedia layanan donor darah selama Ramadan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia.
Di bidang pembinaan umat, Al-Markaz menghadirkan program Karantina Quran yang diperuntukkan bagi generasi milenial selama dua pekan guna memperdalam bacaan dan hafalan Al-Qur’an.
Masjid juga meluncurkan program baru, Klinik Keluarga Sakinah (KLS), bekerja sama dengan Kementerian Agama Kota Makassar. Program ini digelar setiap Sabtu dan Minggu selepas Salat Duhur dalam bentuk halaqah yang membahas fikih, thaharah, dan dasar-dasar keislaman, khususnya bagi majelis taklim.
Pengajian rutin ba’da Duhur tetap berlangsung sepanjang Ramadan.
Dengan penataan bazar yang lebih sistematis, pengurangan jumlah tenan, serta penambahan fasilitas pendukung, Ramadan tahun ini di Al-Markaz diharapkan berlangsung lebih tertib, nyaman, dan khusyuk.
Pihak masjid mengajak masyarakat memanfaatkan seluruh fasilitas dan program yang telah disiapkan sebagai sarana memperkuat ibadah serta kebersamaan selama bulan suci Ramadan.