menitindonesia, JAKARTA – Tepat pada hari ini, sekitar 14 abad silam, Rasulullah SAW menyampaikan khutbah terakhir yang kemudian dikenal sebagai Khutbah Wada atau khutbah perpisahan di Padang Arafah.
Khutbah bersejarah itu menjadi salah satu momen paling penting dalam perjalanan Islam karena memuat pesan-pesan mendasar yang menjadi pedoman umat hingga akhir zaman.
Peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke-10 Hijriah saat Rasulullah SAW menunaikan Haji Wada, yakni ibadah haji pertama sekaligus terakhir beliau sebelum wafat.
Dalam sejumlah riwayat disebutkan, pada Hari Tarwiyah, Rasulullah SAW tiba di Mina dan menunaikan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya, hingga Subuh di tempat tersebut. Setelah matahari terbit pada 9 Dzulhijjah, beliau melanjutkan perjalanan menuju Padang Arafah.
Sesampainya di Arafah, tenda-tenda telah berdiri menyambut kedatangan rombongan haji. Rasulullah SAW kemudian beristirahat sejenak sebelum menuju tengah Padang Arafah setelah matahari tergelincir.
Di hadapan lautan manusia yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 ribu jemaah, Rasulullah SAW berdiri dan menyampaikan pesan-pesan terakhirnya kepada umat Islam.
Khutbah tersebut bukan sekadar nasihat biasa. Rasulullah SAW menegaskan prinsip-prinsip penting yang menjadi fondasi kehidupan umat manusia, mulai dari kesucian darah dan harta, persaudaraan sesama Muslim, larangan praktik riba, penghormatan terhadap hak perempuan, hingga kesetaraan seluruh manusia tanpa memandang ras maupun suku.
Dalam khutbah itu, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa tidak ada kelebihan bangsa Arab atas non-Arab maupun sebaliknya, kecuali karena ketakwaan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah peradaban manusia karena menempatkan seluruh manusia pada kedudukan yang setara di hadapan Tuhan.
Berikut Isi Khutbah Lengkap Nabi Muhammad SAW :
Segala puji bagi Allah, kami memuji kepada-Nya, kami memohon pertolongan kepada-Nya, kami memohon ampun kepada-Nya dan kami bertobat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari segala kejahatan diri kami dan dari kejelekan-kejelekan perbuatan kami. Siapa-siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tidak ada orang yang dapat menunjukinya. Aku mengaku bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah sendirinya, tidak ada orang yang menyekutui-Nya, dan aku mengaku bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan pesuruh-Nya.
Aku berpesan kepada kalian, wahai hamba Allah, supaya berbakti kepada Allah dan aku menganjurkan kepadamu supaya menaati-Nya. Aku memulai pembicaraanku ini dengan yang baik.
Aku akan menerangkan kepadamu karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, barangkali aku tidak akan bertemu lagi dengan kamu sesudah tahun ini di tempatku berdiri.
Hai manusia, sesungguhnya segala darahmu dan segenap hartamu haram atasmu sampai kamu datang menghadap Tuhanmu, seperti haramnya harimu ini, dalam bulanmu ini, di negerimu ini, sesungguhnya kelak kamu akan menghadap Tuhanmu, kemudian Dia akan menanyakan kepadamu tentang amal-amal perbuatanmu. Adakah sudah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah.
Siapa-siapa yang diamanati dengan suatu amanat, hendaklah ia menyampaikan amanat itu kepada orang yang bersangkutan. Semua riba telah dihapuskan, tetapi kamu berhak menerima modal-modalnya kembali. Janganlah kamu menganiaya dan jangan pulalah kamu dianiaya. Allah telah memutuskan, riba tidak ada lagi, dan riba Abbas bin Abdul Muthalib telah dihapuskan semuanya. Semua darah yang tumpah pada masa jahiliah telah dihapuskan. Permulaan darah yang kuhapuskan itu ialah darah Ibnu Rabi’ah bin al-Harits bin Abdul Muthalib. Semua bekas peninggalan masa jahiliah telah dihapuskan kecuali sidanah (urusan menjaga keamanan Ka’bah) dan siqayah (urusan perairan di Makkah). Pembunuhan jiwa yang dilakukan dengan sengaja ada tuntutan balas (hukum bunuh), sedangkan pembunuhan seperti disengaja, yaitu terbunuh dengan tongkat atau batu, maka padanya didenda seratus ekor unta. Oleh sebab itu, siapa-siapa yang menambah, ia termasuk golongan orang jahiliah.
Hai manusia, setan itu telah putus asa, ia akan disembah di negeri kamu ini untuk selama-lamanya, tetapi jika ia diikuti selain yang demikian, ia suka dengan amalan yang demikian, yaitu amalan-amalan yang kamu pandang remeh atau amalan-amalan yang kamu pandang rendah. Oleh sebab itu, hendaklah kamu berhati-hati terhadap agamamu, agar kamu jangan mengikut kemauan setan.
Hai manusia, an-nasi (melambatkan waktu) menambah kepada kekufuran, dengan an-nasi itulah orang-orang kafir tersesat. Mereka menghalalkan satu tahun dan mereka mengharamkan pada tahun yang lain, untuk menginjak-injak apa-apa yang telah diharamkan Allah. Mereka halalkan apa-apa yang diharamkan Allah dan mereka haramkan apa-apa yang dihalalkan Allah. Masa itu beredar sejak Allah menjadikan langit dan bumi, dan bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan yang tersebut dalam Kitab Allah, sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Di antara dua belas bulan itu ada empat bulan yang diharamkan (yang mempunyai kehormatan), tiga yang berturut-turut dan satu yang tunggal, yaitu Dzulqa’idah, Dzulhijjah, dan Muharram, dan Rajab yang terletak di antara bulan Jumadil akhir dan Sya’ban. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah.
Hai manusia, bagimu ada hak atas istri-istrimu dan bagi mereka ada hak atas dirimu. Hak kamu atas mereka ialah bahwa mereka tidak mengizinkan seseorang yang tidak engkau sukai menginjak kakinya di atas tikar-tikar mu dan mereka tidak mempersilahkan seseorang yang tidak kamu sukai masuk ke dalam rumahmu, melainkan dengan izinmu, dan mereka tidak boleh berbuat serong dengan laki-laki lain secara terang-terangan. Jika tetap dilakukan, Allah telah mengizinkan kamu meninggalkan mereka di tempat tidur dan memukul mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Jika mereka telah berhenti berbuat demikian, kewajibanmulah memberi mereka makanan dan pakaian dengan segala sopan santun. Berilah pelajaran-pelajaran yang baik kepada perempuan-perempuan itu karena mereka adalah pembantu-pembantumu. Mereka tidak mempunyai sesuatu untuk diri mereka, kamu telah mengambil mereka sebagai amanah dari Allah, dan telah kamu halalkan kehormatan mereka dengan nama Allah. Oleh sebab itu, takutlah kamu kepada Allah tentang perempuan-perempuan itu dan hendaklah kamu memberi pelajaran yang baik kepada mereka. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah.
Perhatikanlah perkataanku ini, wahai manusia, karena telah kusampaikan. Sesungguhnya, telah aku tinggalkan kepadamu sesuatu yang jika engkau berpegang dengannya niscaya kamu tidak akan sesat selama-lamanya, suatu urusan yang terang nyata, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.
Hai manusia, dengarlah apa yang kukatakan agar kamu hidup bahagia.
Hai manusia, dengarlah apa yang akan kukatakan kepadamu dan kamu perhatikanlah ia, kamu akan mengerti bahwa tiap-tiap orang Islam bersaudara dengan orang Islam yang lain dan setiap orang Islam itu bersaudara, tidaklah halal bagi seseorang dari saudaranya kecuali apa-apa yang telah diberikan kepadanya, yang timbul dari hati yang baik dari saudaranya itu. Janganlah kamu menganiaya dirimu sendiri. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah.
Hai manusia, janganlah kamu kembali menjadi kafir sesudahku, yang segolongan memerangi golongan yang lain. Ketahuilah, yang datang hendaklah menyampaikan kepada yang tidak datang. Mungkin saja orang yang menyampaikannya lebih memelihara dirinya daripada orang yang mendengarkannya. Bukankah telah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah.
Hai manusia, Tuhanmu satu dan orang tuamu satu, kamu semua dari Adam, sedang Adam itu dari tanah. Semulia-mulia kamu pada sisi Allah ialah yang paling takwa di antara kamu. Tidak ada kelebihan orang Arab atas orang-orang yang bukan Arab, melainkan karena takwa kepada-Nya. Bukankah sudah kusampaikan? Ya Allah, saksikanlah. Hendaklah yang datang menyampaikan kepada yang tidak datang.
Hai manusia, Allah telah membagikan kepada masing-masing waris bagian-bagian yang diwarisinya, maka tidak boleh bagi ahli waris menuntut wasiatnya dan tidak boleh berwasiat lebih dari sepertiga. Bagi anak hasil dari zina adalah milik ayahnya dan yang berzina dikenakan hukum rajam. Barangsiapa yang mendakwahkan atau mengaku orang lain yang bukan bapaknya sebagai bapaknya atau menetapkan majikan yang bukan majikannya, ia berhak menerima laknat Allah, laknat malaikat, dan laknat manusia seluruhnya, tidak akan diterima dari padanya tebusan darinya dan tidak pula penggantian. Kesejahteraan dan rahmat Allah serta berkah-Nya semoga dilimpahkan kepadamu.
Khutbah terakhir Rasulullah SAW tersebut dikutip dari riwayat Ibnu Hisyam dalam Sirah-nya dan Ibnu Rabbih dalam al-‘Iqdul Farid serta ditambah dari riwayat Shahih Bukhari.














