menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar memaksimalkan persiapan menjelang pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Diplomatic Tour 2026 yang akan berlangsung pada 23-25 Juni mendatang.
Kawasan Anjungan Pantai Losari hingga Tugu MNEK di Center Point of Indonesia (CPI) menjadi fokus utama penataan sebelum menerima puluhan delegasi dari berbagai negara.
Pemkot Makassar bergerak cepat mensterilkan kawasan dari berbagai bentuk kesemrawutan, mulai dari kebersihan lingkungan, parkir liar, pengamen, hingga penataan pedagang yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan.
Kepala UPTD Pengelolaan Pantai Losari, Muliyani Rosa, mengatakan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan untuk memastikan kawasan wisata andalan Kota Makassar tampil bersih, tertib, aman, dan nyaman saat dikunjungi para tamu negara.
“IGS akan menghadirkan delegasi dari berbagai negara. Karena itu persiapan kami dimaksimalkan agar kawasan Anjungan Pantai Losari dan MNEK CPI benar-benar siap menerima tamu internasional,” kata Muliyani, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, penataan dilakukan secara intensif melalui kolaborasi lintas instansi yang melibatkan UPT Pantai Losari, Kecamatan Ujung Pandang, Satpol PP, kepolisian, kelurahan, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
Pasalnya, kawasan Losari dan Tugu MNEK CPI akan menjadi salah satu titik utama pelaksanaan rangkaian kegiatan IGS Diplomatic Tour 2026.
Sejumlah agenda dijadwalkan berlangsung di kawasan tersebut. Salah satunya adalah Ladies Program yang akan menghadirkan pameran produk unggulan di area Tugu MNEK yang diprakarsai Dinas Perdagangan Kota Makassar.
Selain itu, para delegasi juga dijadwalkan mengikuti jamuan makan malam di atas Kapal Pinisi yang bersandar di kawasan Anjungan Pantai Losari pada 24 Juni mendatang.
“Di kawasan Losari akan ada beberapa kegiatan penting, termasuk pameran dan jamuan makan malam di Kapal Pinisi yang menjadi bagian dari rangkaian acara,” ujarnya.
Untuk mendukung kenyamanan tamu, Pemkot Makassar memberi perhatian khusus terhadap aspek kebersihan, terutama fasilitas publik yang akan digunakan para delegasi.
Kebersihan toilet umum menjadi salah satu fokus utama pembenahan. Pengawasan dan frekuensi pembersihan ditingkatkan guna memastikan seluruh fasilitas berada dalam kondisi terbaik saat kegiatan berlangsung.
“Kebersihan toilet selama ini memang rutin dijaga. Namun menjelang kegiatan internasional ini pengawasan kami tingkatkan agar seluruh fasilitas benar-benar siap digunakan,” jelasnya.
Tak hanya area daratan, kebersihan pesisir dan perairan sekitar Pantai Losari juga menjadi perhatian serius. UPT Pantai Losari berkolaborasi dengan Kecamatan Ujung Pandang dan Kecamatan Mariso melakukan aksi bersih-bersih laut secara berkala.
Sampah yang mengapung maupun berbagai objek yang dinilai mengganggu estetika kawasan wisata dibersihkan untuk menjaga citra kawasan pesisir Makassar di hadapan tamu mancanegara.
“Untuk kebersihan laut kami rutin melakukan pembersihan bersama kecamatan agar kawasan pesisir tetap bersih dan nyaman dipandang,” katanya.
Selain kebersihan, aspek ketertiban sosial juga diperketat. Bersama Dinas Sosial dan aparat kecamatan, pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pengamen dan anak jalanan di sekitar kawasan wisata.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan rasa nyaman kepada wisatawan dan para delegasi yang akan berkunjung selama pelaksanaan kegiatan.
“Terkait ketertiban, kami melakukan pengawasan lebih ketat agar tidak ada aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan pengunjung maupun tamu negara,” tegas Muliyani.
Dari sisi keamanan, UPT Pantai Losari menggandeng berbagai unsur pengamanan, mulai dari Satpol PP, Polsek Ujung Pandang hingga Koramil setempat.
Sinergi lintas sektor tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh agenda internasional berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Tidak hanya itu, penataan kawasan parkir juga menjadi fokus pembenahan. Bersama PD Parkir Makassar Raya, pemerintah menertibkan juru parkir liar sekaligus mengatur pemisahan area parkir kendaraan roda dua dan roda empat.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi kemacetan dan mencegah praktik pungutan liar di sekitar lokasi kegiatan.
Sementara itu, pembinaan terhadap pelaku UMKM dan pedagang di kawasan Pantai Losari juga terus dilakukan. Pedagang, khususnya penjual pisang epe, diimbau menjaga kebersihan, kualitas pelayanan, dan kenyamanan kawasan selama berlangsungnya kegiatan internasional.
Menurut Muliyani, langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Makassar yang sebelumnya dibahas bersama seluruh perangkat daerah terkait dan Kementerian Luar Negeri.
“Kami akan terus mengingatkan para pedagang agar menjaga kebersihan dan memberikan pelayanan terbaik. Karena kawasan ini akan menjadi wajah Makassar di hadapan tamu-tamu internasional,” ujarnya.
Diketahui, Kota Makassar akan menjadi tuan rumah Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) Diplomatic Tour 2026 yang diikuti sekitar 49 delegasi dari berbagai negara. Delegasi tersebut terdiri atas para duta besar, pasangan duta besar, serta perwakilan kedutaan besar negara sahabat.
Pemkot Makassar berharap seluruh persiapan yang dilakukan dapat mendukung suksesnya pelaksanaan IGS 2026 sekaligus meninggalkan kesan positif bagi para tamu mancanegara yang berkunjung ke Kota Daeng.