Disbud kini meluncurkan KELONG (Kotak Edukasi Limbah Organik dan Non-Organik) sebagai media edukasi pemilahan sampah bagi anak-anak sekolah yang berkunjung. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan Museum Kota Makassar. Setelah sukses menjalankan program Anjas Ri Museum (Antar Jemput Anak Sekolah ke Museum Kota Makassar), kini Disbud meluncurkan KELONG (Kotak Edukasi Limbah Organik dan Non-Organik) sebagai media pembelajaran pemilahan sampah bagi pelajar.
Program KELONG dirancang untuk mengenalkan pentingnya memilah sampah organik dan non-organik kepada anak-anak sejak usia dini. Inisiatif ini sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mewajibkan pemilahan sampah dari sumber guna mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, mengatakan museum kini tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelestarian sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi muda.
“Kami ingin setiap anak yang datang ke Museum Kota Makassar tidak hanya belajar tentang sejarah dan budaya, tetapi juga membawa pulang kebiasaan baik, salah satunya memahami cara memilah sampah organik dan non-organik melalui program KELONG. Edukasi seperti ini penting ditanamkan sejak usia dini,” kata Andi Patiware, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, peluncuran KELONG merupakan bentuk dukungan Disbud terhadap program Pemerintah Kota Makassar dalam membangun budaya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Ia menjelaskan, konsep pembelajaran di Museum Kota Makassar kini dikembangkan lebih luas. Selain mengenalkan sejarah dan warisan budaya, museum juga diarahkan menjadi ruang edukasi yang mampu menanamkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Tentu ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan dan memberikan pengalaman yang utuh. Anak-anak tidak hanya mengenal identitas budaya Kota Makassar melalui koleksi dan peninggalan sejarah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan membiasakan memilah sampah sejak dini,” ujarnya.
Melalui perpaduan program Anjas Ri Museum dan KELONG, Disbud Makassar berharap Museum Kota Makassar semakin berkembang sebagai pusat edukasi yang tidak hanya memperkuat pemahaman sejarah dan budaya, tetapi juga membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.
Dengan konsep tersebut, kunjungan ke museum diharapkan tidak sekadar menjadi wisata edukasi, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang mampu membangun kesadaran lingkungan dan kebiasaan positif sejak usia sekolah.