Prabowo Gandeng Imperial College, Siapkan 10 Universitas Kedokteran dan Sains Baru

Presiden Prabowo saat menerima delegasi Imperial College di Istana Negara. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto terus mendorong transformasi pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satu langkah strategis yang tengah disiapkan adalah pembangunan 10 Medical and Science University dengan dukungan langsung dari Imperial College London, salah satu perguruan tinggi terbaik di dunia.
Rencana tersebut menjadi pembahasan utama dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan delegasi Imperial College yang turut dihadiri Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menteri Brian Yuliarto mengatakan pertemuan tersebut membahas penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Imperial College guna meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional, khususnya di bidang kedokteran dan sains.
“Imperial College saat ini sedang dan sudah membicarakan banyak hal terkait rencana kita membangun strategic partnership untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya pendidikan kedokteran. Tidak tertutup kemungkinan juga kerja sama diperluas ke bidang-bidang lainnya,” ujar Brian.

BACA JUGA:
Danantara Sudah Konsolidasikan 258 BUMN, Prabowo Targetkan Gelombang Berikutnya

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari program Presiden Prabowo untuk membangun 10 universitas kedokteran dan sains yang ditargetkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di Indonesia.
“Nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College,” katanya.
Brian menjelaskan, bentuk kerja sama yang tengah disiapkan tidak hanya mencakup pengembangan kurikulum, tetapi juga peningkatan kualitas pengajaran, penelitian bersama, pertukaran keilmuan, hingga kehadiran profesor tamu dari Imperial College di Indonesia.
Kolaborasi dengan kampus yang secara konsisten berada di jajaran universitas terbaik dunia itu dinilai dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi nasional sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global.
“Kita berharap terjadi peningkatan kualitas kurikulum, pendidikan, kualitas dosen, dan berbagai aspek lainnya, khususnya pada 10 universitas medis yang akan dibangun oleh Bapak Presiden. Dampaknya tentu juga akan dirasakan oleh kampus-kampus lain di seluruh Indonesia,” jelasnya.
Selain meningkatkan kualitas lulusan, kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas riset nasional melalui kolaborasi langsung dengan institusi akademik berkelas dunia.
Brian menilai langkah tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi pendidikan tinggi sekaligus memperkuat posisi perguruan tinggi nasional dalam persaingan global.
“Jika kerja sama ini dapat terealisasi dengan baik, Indonesia akan memiliki kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian. Tentunya diharapkan ranking kampus-kampus kita di dunia juga akan ikut meningkat,” ujarnya.
Pemerintah berharap kemitraan dengan Imperial College dapat menjadi salah satu tonggak penting dalam pembangunan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih modern, berdaya saing internasional, dan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global.