Forum IGS 2026: Wali Kota Appi Ajak Investor Dunia Melirik Potensi Makassar

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri pembukaan IGS 2026. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mempromosikan Kota Makassar sebagai gerbang investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia Timur di hadapan para duta besar, investor, dan pelaku usaha internasional dalam Forum Bisnis Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026, Selasa (24/6/2026).
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah daerah dengan komunitas diplomatik dan investor global tersebut, Munafri menegaskan Makassar memiliki posisi strategis sebagai pusat konektivitas, perdagangan, dan logistik yang menghubungkan kawasan barat dan timur Indonesia.
“Makassar memiliki posisi yang unik sebagai pusat strategis dan pintu gerbang menuju Indonesia Timur. Kami adalah pusat koneksi logistik yang menghubungkan Indonesia Barat dan Timur,” ujar Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, posisi strategis Makassar bukan sekadar keuntungan geografis, melainkan modal besar untuk menjadi salah satu destinasi investasi paling menjanjikan di kawasan timur Indonesia.

BACA JUGA:
Kemlu Apresiasi Pemkot Makassar Jadi Tuan Rumah IGS 2026

Dalam paparannya, Appi membeberkan tiga alasan utama mengapa investor global perlu melirik Kota Makassar. Pertama, posisi geografis yang strategis sebagai hub perdagangan dan logistik nasional. Kedua, fondasi ekonomi yang kuat dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat. Ketiga, komitmen pemerintah dalam menghadirkan tata kelola pemerintahan berbasis smart city yang mendukung iklim investasi yang sehat dan kompetitif.
Menurutnya, keberadaan Makassar New Port (MNP) menjadi salah satu kekuatan utama kota ini. Pelabuhan terbesar di Indonesia Timur tersebut kini berperan sebagai simpul logistik nasional yang mendukung distribusi barang dan aktivitas perdagangan antarwilayah.
Selain itu, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin juga menjadi tulang punggung konektivitas udara yang menghubungkan Makassar dengan berbagai kota besar di Indonesia maupun sejumlah destinasi internasional.
Tak hanya mengandalkan infrastruktur, Appi juga menyoroti potensi besar Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II) yang melintasi kawasan Indonesia Timur.
Menurutnya, jalur strategis tersebut memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi Makassar dalam rantai perdagangan global sekaligus membuka ruang investasi yang lebih luas di kawasan timur Indonesia.
“ALKI II memiliki potensi yang sangat besar sebagai jalur perdagangan internasional. Optimalisasi jalur ini diharapkan mampu menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi perdagangan, dan mendorong pertumbuhan investasi,” jelasnya.
Di hadapan para delegasi internasional, Appi juga memaparkan kinerja ekonomi Kota Makassar yang terus menunjukkan tren positif.
Saat ini Makassar dihuni sekitar 1,5 juta penduduk yang menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi daerah. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar tercatat mencapai 6,61 persen, sementara inflasi tetap terjaga pada kisaran 2,2 hingga 2,9 persen.
Menurut Appi, capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa Makassar merupakan daerah yang stabil, kompetitif, dan memiliki prospek investasi yang menjanjikan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Makassar bukan hanya pusat perdagangan dan jasa, tetapi juga kota yang siap menjadi mitra investasi jangka panjang bagi pelaku usaha global,” katanya.
Forum Bisnis Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 sendiri menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia melalui pendekatan bisnis, budaya, dan jejaring internasional.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat membuka peluang kerja sama baru di bidang investasi, perdagangan, logistik, industri kreatif, hingga pengembangan ekonomi berkelanjutan yang mampu mendorong percepatan pertumbuhan kawasan Indonesia Timur.
Dengan dukungan infrastruktur strategis, pertumbuhan ekonomi yang solid, serta posisi geografis yang menguntungkan, Makassar kini semakin menegaskan diri sebagai salah satu pintu utama investasi dan perdagangan di Indonesia Timur.