Ketua Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulawesi Selatan, Andi Patarai Amir saat menyerahkan rekomendasi dukungan kepada IAS saat maju di Musda Golkar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Sulawesi Selatan resmi mengajukan 20 nama kader untuk masuk dalam jajaran kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031.
Usulan tersebut telah diserahkan kepada tim formatur yang saat ini menyusun komposisi kepengurusan baru di bawah kepemimpinan Ketua DPD I Golkar Sulsel terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Ketua Depidar SOKSI Sulsel, Andi Patarai Amir, mengatakan nama-nama yang diusulkan merupakan hasil koordinasi bersama jajaran Depicab SOKSI di kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.
“Iya, kemarin kami sudah mengirim 20 nama dari Depidar dan Depicab SOKSI Sulsel kepada tim formatur,” kata Patarai saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, pengajuan tersebut merupakan bentuk partisipasi SOKSI sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar dalam proses penyusunan kepengurusan baru agar semakin kuat dan representatif.
Patarai berharap kader-kader yang diusulkan dapat diberikan kesempatan untuk mengambil peran strategis dalam membesarkan Partai Golkar Sulawesi Selatan selama lima tahun ke depan.
“Kami berharap kader-kader SOKSI bisa diberi ruang untuk berkontribusi dan bersama-sama memperkuat Partai Golkar di Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Saat ini, tim formatur masih menghimpun berbagai usulan nama dari organisasi pendiri, organisasi yang didirikan, serta unsur fungsional Partai Golkar sebelum menetapkan susunan kepengurusan secara final.
Sejumlah posisi strategis disebut menjadi incaran banyak kader, di antaranya jabatan sekretaris, bendahara, ketua harian, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK), hingga Ketua Badan Saksi Nasional.
Tim formatur ditargetkan merampungkan struktur kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031 dalam waktu dekat sebelum diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar untuk memperoleh pengesahan resmi.