Cegah Macet Parah di Sudiang, Pemberangkatan Jemaah Haji Maros Diusulkan dari Al-Markaz

Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur saat menghadiri zikir dan doa dalam rangka Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Masjid Agung Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengusulkan pemberangkatan jemaah haji 2027 dipusatkan di Masjid Al-Markaz Maros. Usulan ini muncul setelah pelaksanaan pemberangkatan haji 2026 yang dinilai perlu dievaluasi, terutama untuk menghindari kemacetan di kawasan Asrama Haji Sudiang.
Usulan tersebut disampaikan Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur saat menghadiri zikir dan doa dalam rangka Hari Khidmat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Masjid Agung Maros, Selasa (7/9/2026).
Muetazim berharap titik pemberangkatan jemaah haji Maros tahun depan dapat dipusatkan di satu lokasi sebelum jemaah menuju Asrama Haji Sudiang.
“Kalau bisa tahun depan, 2027, bisa dipusatkan di satu tempat, di Masjid Al-Markaz, supaya tidak menimbulkan kemacetan parah di Asrama Haji Sudiang,” kata Muetazim.
Menurutnya, usulan tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji Maros pada 2026.

BACA JUGA:
Maros Makin Macet Gegara Antrean Solar, DPRD Minta Pasokan Segera Dipastikan

Menanggapi usulan itu, Kepala Kemenhaj Kabupaten Maros Ahmad Ihyadin mengatakan pihaknya juga tengah menyiapkan teknis pemberangkatan yang dapat mengurangi kelelahan jemaah.
Ia menyebut posisi Maros yang relatif dekat dengan Asrama Haji Sudiang menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan skema pemberangkatan.
“Pertama, kita berpikirnya bahwa Maros ini dekat dengan Asrama Haji. Kemudian yang kedua, untuk tidak menimbulkan efek terlalu capek dan lelah bagi jemaah,” ujar Ihyadin.
Ihyadin mengatakan jemaah nantinya diupayakan tidak perlu menunggu terlalu lama di lokasi transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Asrama Haji Sudiang.
Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi jemaah, khususnya mereka yang sudah lanjut usia.
“Kita akan atur teknisnya sebaik mungkin sehingga semua jemaah tidak harus merasa lelah, tidak harus merasa capek, dan semua jemaah merasa terlayani dengan baik ketika pemberangkatannya dari satu titik di Kabupaten Maros,” katanya.
Selain menyiapkan skema teknis pemberangkatan, Ihyadin mengapresiasi dukungan Pemkab Maros yang telah menyiapkan transportasi bagi jemaah haji.
Dengan skema pemberangkatan yang dipusatkan di satu titik, pemerintah berharap proses keberangkatan jemaah pada 2027 dapat berlangsung lebih tertata dan tidak menambah kepadatan di kawasan Asrama Haji Sudiang.