Maulid Jolloro Rammang-rammang Jadi Magnet Turis Asing, Sayangnya Belum Dilirik Kementerian Pariwisata

Suasana Pawai Maulid Jolloro yang digelar di kawasan Wisata Karst Rammang-rammang Kabupaten Maros. (Bkr)
menitindonesia, MAROS – Ratusan warga dan wisatan lokal dan macanegara, tumpah ruah mengikuti tradisi Maulid Jolloro yang digelar oleh masyarakat di kawasan wisata karst Rammang Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Maros, Sabtu (12/09/2026).
Lebih dari 60 perahu jolloro yang biasanya mengangkut wisatawan, dihias dengan pernak-pernik khas maulid. Mereka bergerak dari dermaga dua menuju dermaga sungai pute sebagai titik lokasi awal pawai jolloro.
Iring-iringan perahu Jolloro ini dilepas oleh Anggota DPRD Sulsel, Muhammad Irfa AB bersama Kepala Dinas PMD, Idrus dan Kepala Dinas Pariwisata, Suwardi Sawedi serta Camat Bontoa dan Kepala Desa Salenrang.
Iring-iringan lalu bergerak serentak melewati sungai pute menuju kembali ke dermaga dua. Setelahnya, seluruh ember maulid disatukan di aula dermaga dua untuk dilakukan ritual Barazanji dan Massikiri oleh para pemuka agama setempat.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, tradisi Maulid ini juga dimerihkan dengan kehadiran puluhan wisatawan dari berbagai negara. Salah satunya, Vincent dari Prancis.

BACA JUGA:
Keseruan Maulid Jolloro di Rammang Rammang, Puluhan Turis Mengaku Takjub

“Saya baru ke Indonesia dua kali dan baru pertama ke Rammang-rammang. Kami sangat menikmati pertunjukan ini dan kami sangat senang bisa ikut naik perahu,” katanya.
Tak hanya itu, Vincent juga merasa sangat terhormat bisa mengikuti acara ini dan mendapat hadiah ember Maulid yang menurutnya sangat unik.
“Iya ini sangat unik dan saya sangat bahagia karena diberi hadiah juga (ember maulid). Orang-orang juga sangat baik ke pada kami di sini,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Suwardi Sawedi mengatakan, Tradisi Maulid Jolloro yang dilaksanakan tiap tahun ini merupakan salah satu atraksi yang telah terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di kawasan Wisata Rammang-Rammang.
“Pastinya kegiatan ini sangat berdampak yah. Data kunjungan saat ini, jumlah wisatawan manca negara di Rammang-rammang mencapai 70 sampai 80 orang perhari,” terangnya.
Suwardi mengaku, pihaknya tengah mengupayakan agar tradisi Maulid Jolloro di Rammang-rammang ini bisa menjadi agenda pariwisata Nasional oleh Kementerian Pariwisata.
“Jelasnya acara ini sudah sangat layak. Tentunya pihak kami mendorong agar tahun depan ini bisa menjadi bagian dari Kharisma Event Nasional yang bisa dilaksanakan tipa tahun oleh Kementerian Pariwisata,” lanjutnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sulsel, Muhammad Irfan AB menyebut, tradisi Maulid yang dilaksanakan ini harus lebih digagas secara utuh. Jika perlu, acaranya dilaksanakan selama beberapa hari dengan berbagai rangkaian kegiatan yang nanti puncaknya adalah pawai Maulid Jolloro.
“Saya kira ini masih bisa kita kemas dengan lebih baik lagi. Jadi bukan hanya pawai Jolloro saja, tapi nanti bisa juga ada atraksi wisata lain yang dilaksanakan dalam satu event. Saya yakin ini akan mampu menyaingi event seperti Toraya Me’gellu di Toraja,” sebuntnya.
Menurut Irfan, potensi wisata Rammang-rammang ini berkelas internasional yang harus didukung penuh oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata. Jika sebelumnya Maros hanya menjadi jalur lalu-lalang wisatwan mancanegara, saat ini Maros sudah menjadi salah satu destinasi turis asing.
“Rammmang-rammang ini sudah menjadi tujuan turis yang berkunjung ke Sulawesi. Kalau dulu, mereka hanya taunya ke Toraja lalu lanjut ke Bunaken atau ke Togean. Nah makanya Kemepar kita harapkan bisa mensupport kawasan ini dengan memasukkannya sebagai event wisata Nasional,” pungkasnya.