Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman saat mendampingi Menko Pangan, Zulkifli Hasan membagikan beras di GOR Sudiang.
menitindonesia, MAKASSAR – Kabar baik datang untuk warga yang membutuhkan. Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram sekaligus untuk alokasi tiga bulan, Oktober hingga Desember 2026.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di GOR Sudiang, Jalan Pajaiyyang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (7/10/2026).
Di Kecamatan Biringkanaya, sebanyak 750 kepala keluarga (KK) dari 10 kelurahan menerima bantuan beras. Jika dihitung berdasarkan alokasi 30 kilogram per penerima, total bantuan yang disalurkan mencapai 22,5 ton untuk periode Oktober hingga Desember.
Tak hanya masyarakat penerima bantuan, para pengemudi ojek online (ojol) juga mendapat paket bantuan beras premium dalam penyerahan secara simbolis.
Andi Sudirman mengapresiasi perhatian pemerintah pusat yang kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat Sulsel. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi stimulus untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto melalui Menko Pangan atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Sulawesi Selatan,” ujar Andi Sudirman.
Dia menyebut bantuan pangan tersebut menyasar masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4. Bantuan dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
“Bantuan ini menyasar masyarakat, terutama yang masuk dalam desil 1 sampai desil 4. Ini tentu sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” sambungnya.
Andi Sudirman juga menyampaikan pemerintah daerah mendapat arahan bahwa program bantuan pangan akan terus dilanjutkan. Bahkan, terdapat kemungkinan tambahan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Tentu ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan. Semoga stimulus ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah dinamika ekonomi global dan kondisi yang kita hadapi saat ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Zulhas menjelaskan bantuan beras tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan pangan.
Bantuan pangan sebelumnya telah disalurkan sebanyak 10 kilogram per penerima untuk periode Juli hingga September. Pemerintah kemudian menambah alokasi bantuan untuk tiga bulan berikutnya, Oktober hingga Desember.
“Jadi bantuan pangan yang 10 kilo untuk bulan Juli sampai September sudah selesai kan. Nah, hasil rapat dengan Kementan kita tambah lagi 30 kilo untuk periode Oktober hingga Desember. Jadi bapak ibu tidak usah khawatir, akan dapat beras 30 kilo lagi sekaligus,” kata Zulhas.
Secara nasional, program bantuan pangan tersebut menyasar sekitar 33,24 juta penerima. Total kebutuhan beras untuk penyaluran selama tiga bulan mencapai sekitar 997 ribu ton.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjalankan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kemandirian pangan, membantu masyarakat, serta menjaga daya beli di tengah dinamika ekonomi dan kondisi pangan.