Petugas pemadam kebakaran Maros memadamkan kebakaran lahan di Desa Bontomatene, Kecamatan Mandai. (ist)
menitindonesia, MAROS — Kebakaran lahan seluas sekitar 5 hektare mengancam permukiman padat penduduk di Borong Kirasa, Desa Bontomatene, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (14/10/2026).
Api yang awalnya membakar jerami kering di area persawahan dengan cepat merambat ke kebun bambu akibat hembusan angin kencang.
Warga sekitar sempat panik karena kobaran api mendekati kawasan permukiman. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Maros pun berjibaku memadamkan api agar tidak menjalar hingga ke rumah-rumah warga.
Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros, M. Ilham H, mengatakan laporan kebakaran diterima melalui Call Center Damkar Maros pada pukul 12.44 WITA. Tiga menit kemudian, enam personel dengan satu unit armada diberangkatkan menuju lokasi dan tiba pada pukul 12.57 WITA.
“Saat petugas tiba, api sudah membesar. Awalnya api membakar jerami kering di area persawahan, namun hembusan angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke kebun bambu dengan dedaunan yang mengering,” ungkap Ilham.
Kencangnya angin menjadi kendala bagi petugas karena api terus merambat. Situasi semakin mengkhawatirkan ketika kobaran mulai membakar pepohonan bambu yang berada dekat dengan permukiman padat penduduk.
Untuk memperkuat penanganan, petugas meminta bantuan tambahan dari markas komando. Pada pukul 12.59 WITA, lima personel beserta satu unit armada tambahan tiba di lokasi.
“Total dua unit armada dan 12 personel berjibaku di lokasi. Petugas melakukan pemadaman dari dua sisi,” jelasnya.
Setelah sekitar 1,5 jam berjibaku melawan kobaran api, petugas berhasil melokalisasi kebakaran di lahan seluas kurang lebih 5 hektare tersebut. Proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan hingga dinyatakan selesai pada pukul 14.30 WITA.
Respons cepat petugas membuat api berhasil dicegah agar tidak menjalar ke kawasan permukiman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Damkarmat Maros mengimbau masyarakat agar tidak membakar jerami, tumpukan sampah, maupun membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih saat kondisi angin kencang dan udara terdampak kabut asap.
“Kami harap warga jangan lagi membakar jerami, sampah, atau membuka lahan dengan cara dibakar. Angin kencang dapat membuat api sekecil apa pun bisa menjadi bencana besar yang mengancam rumah warga,” tegasnya.