Wali Kota Makassar Mutasi Ratusan Pejabat Bermasalah, Ada Yang Suka Pungli dan ‘Lambat Loading’ Kerja

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, mutasi pejabatnya yang bermasalah. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Rotasi pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, kembali bergerak. Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, akan melantik lebih seratus pejabat eselon III dan IV yang dianggap bermasalah. Pelantikan tersebut, dilakukan di Anjungan Pantai Losari, Kamis (2/5/2022), subuh.
“Banyak yang akan kena mutasi, lebih seratus orang. Ada eseleon III dan eselon IV. Ini hasil evaluasi kinerja pejabat. Ternyata banyak ditemukan pejabat bermasalah, mulai dari kinerja, soal disiplin hingga kurang etika,” kata Danny Pomanto, Rabu (1/6/2022).
Dia menambahkan, mutasi kali ini dilakukannya sebagai upaya bersih-bersih untuk merecovery kinerja pemerintahan. Salah satu pertimbangannya, karena pejabat yang kena mutasi itu, dianggap tidak cepat merespons aduan masyarakat.
“Prinsipnya, kalau kinerja pejabatnya baik, ya wajib dipertahankan, masa sih mau diganti. Yang jadi masalah, kalau kinerjanya buruk, ya harus dibersihkan,” ucapnya.
Danny mengaku, sulit mentolerir beberapa di antara pejabat-pejabat yang bermasalah secara etika. Misalnya, ada beberapa pejabat yang kena mutasi karena ketahuan melakukan pungutan liar (pungli) dan tidak merespons program-program yang sedang bergulir (lambat loading).
“Jabatan yang paling rendah responnya terhadap masyarakat, dan rendah programnya, begitu kriterianya. Pokoknya yang kita ganti termasuk yang bermasalah. Ada yang memang tidak bisa kerja. Ada juga karena terlibat pungli,” tegas dia.
Wali Kota dua periode ini, menekankan, tak segan-segan menindak pegawai yang menghambat kinerja pemerintahan. Danny menegaskan ia ingin pejabat pengganti ini, bisa mengikuti ritme kinerja pemkot.
“Yang kita pilih itu orang orang yang bisa kerja. Ini juga tetap dievaluasi. Kalau tak becus juga ya dibersihkan lagi,” tegasnya. (andi esse)