Muhidin Ungkap Rencana Musda Golkar Sulsel Akhir Maret, Tekankan Persatuan Kader

Plt Ketua Golkar Sulsel, Muhidin Muhammad Said. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Muhidin M Said, mengungkapkan rencana pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulsel yang ditargetkan berlangsung pada akhir Maret 2026.
Muhidin mengatakan pihaknya telah menjalin komunikasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait rencana pelaksanaan Musda tersebut.
“Insyaallah kita rencanakan pada bulan Maret ini atau akhir Maret kita melaksanakan musyawarah daerah. Saya sudah sampaikan juga kepada Ketua Umum terkait rencana tersebut,” kata Muhidin, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, Musda Golkar Sulsel harus menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus menjaga semangat kebersamaan di antara para kader.
Ia berharap proses Musda nantinya berjalan dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi solidaritas internal partai.

BACA JUGA:
Appi Minta Kader Golkar Perluas Jangkauan Kerja Politik di Makassar

“Saya berharap musyawarah daerah nanti kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan. Siapapun yang terpilih nantinya, itu merupakan kader terbaik Partai Golkar yang harus kita amankan bersama,” ujarnya.
Muhidin menilai dinamika kader Golkar di Sulawesi Selatan mulai menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir. Hal tersebut terlihat dari berbagai kegiatan sosial yang dilakukan kader, terutama selama bulan Ramadan.
Menurutnya, konsolidasi yang dilakukan dalam dua bulan terakhir mulai memperlihatkan semangat kader partai, baik di tingkat daerah maupun provinsi.
“Kelihatan bahwa kader-kader partai di daerah sampai di Kota Makassar mulai bergerak memperlihatkan kegiatan yang positif bagi masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan ini,” jelasnya.
Muhidin menegaskan kemenangan Golkar pada kontestasi politik mendatang sangat bergantung pada soliditas dan persatuan kader.
“Kalau kita mau menang, insyaallah kita harus bersatu. Solidaritas kader harus kita bangun karena tantangan pemilu ke depan jauh lebih berat dibanding pemilu sebelumnya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh kader tanpa membangun kelompok-kelompok di internal partai.
Menurutnya, Partai Golkar tidak bisa dibangun secara individual, melainkan melalui kerja kolektif seluruh kader.
“Kita tidak bisa membangun partai ini sendiri-sendiri. Partai Golkar harus dibangun secara bersama-sama. Jangan ada yang merasa bekerja sendiri,” katanya.
Muhidin juga meminta agar kader tetap menjaga kebersamaan setelah proses pemilihan dalam Musda nanti.
“Siapapun yang terpilih nanti jangan saling meninggalkan. Kita harus saling merangkul karena membangun partai tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam mekanisme politik Partai Golkar, berbagai keputusan strategis seperti pencalonan kepala daerah hingga pimpinan legislatif tetap memerlukan persetujuan dari DPP.
Karena itu, Muhidin berharap Musda Golkar Sulsel dapat berlangsung secara demokratis dan menghasilkan pemimpin yang mampu menyatukan seluruh kader.
“Mudah-mudahan Musda nanti kita sambut dengan baik sehingga lahir pemimpin yang bisa merangkul seluruh kader Partai Golkar di Sulawesi Selatan,” tutupnya.