Beranda HUKUM Dugaan Arogansi Kasat Lantas Maros Tegur Pemilik Usaha, Tuai Sorotan
menitindonesia, MAROS – Dugaan sikap arogan yang dilakukan oknum Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Maros, AKP Muhammad Arafah, menuai sorotan.
Peristiwa ini mencuat setelah keluarga pemilik usaha Roti Maros Setia Kawan mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat aparat tersebut mendatangi lokasi usaha mereka.
Anak menantu pemilik usaha, Hardi Arfandy, mengaku kecewa atas sikap yang dinilai tidak mencerminkan profesionalitas aparat penegak hukum.
Menurutnya, kedatangan Kasat Lantas bukan untuk memberikan solusi terkait kemacetan, melainkan justru memicu ketegangan.
“Dia datang ke toko marah-marah, sementara saya tidak ada di tempat. Yang ditemui hanya mertua saya. Alasannya karena kendaraan yang singgah di toko dianggap menyebabkan kemacetan,” kata Hardi, Jumat (27/03/2026).
Hardi menilai tudingan tersebut tidak objektif. Ia menyebut, banyak kendaraan juga berhenti di lokasi lain di sekitar area tersebut, namun hanya usahanya yang mendapat teguran keras.
“Bukan hanya di tempat kami ada kendaraan singgah. Tapi kenapa hanya kami yang diperlakukan seperti ini. Ini terkesan tidak adil,” ujarnya.
Ia juga menyayangkan cara penyampaian yang dinilai emosional. Menurutnya, seorang perwira seharusnya dapat bertindak lebih profesional dalam memberikan teguran.
“Harusnya bisa disampaikan dengan baik, bukan dengan emosi,” tambahnya.
Selain itu, Hardi mengungkapkan adanya pernyataan kontroversial yang diduga disampaikan oleh oknum Kasat Lantas kepada mertuanya.
Ia menyebut, saat itu mertuanya hanya diam menerima teguran. Namun, oknum tersebut disebut menantang untuk melapor ke atasan.
“Dia bilang silakan lapor ke Kapolda, saya tidak takut. Paling saya dipindahkan, tidak mungkin diberhentikan,” ungkap Hardi.
Hardi menambahkan, kejadian serupa disebut telah terjadi hingga tiga kali. Namun, pihak keluarga baru kali ini memutuskan untuk menyampaikan ke publik.
“Kami merasa ini sudah melampaui batas. Seolah-olah ada tendensi pribadi, bukan sekadar penertiban lalu lintas,” katanya.
Atas kejadian ini, pihak keluarga meminta Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, untuk turun tangan dan mengevaluasi kinerja Kasat Lantas Polres Maros.
“Kami berharap ada evaluasi. Aparat harus memberi contoh yang baik, bukan menimbulkan keresahan,” tutup Hardi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Maros terkait dugaan tersebut. Kasus ini pun menjadi perhatian publik, khususnya terkait profesionalitas aparat dalam menjalankan tugas.