Haji 2026 Dimulai, Embarkasi Makassar Layani 43 Kloter dari 8 Provinsi

Dokumentasi Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Embarkasi Makassar dipastikan siap sepenuhnya. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyatakan kesiapan melayani 16.750 jemaah yang akan diberangkatkan tahun ini.
Ketua PPIH Embarkasi Makassar, Ikbal Ismail, menegaskan seluruh persiapan, termasuk untuk kloter pertama, telah rampung.
Kloter 1 asal Kabupaten Soppeng dijadwalkan masuk Asrama Haji Makassar pukul 08.00 Wita dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada Rabu dini hari, 22 April 2026 pukul 03.20 Wita. Sementara kloter 2 dari Kabupaten Sidrap akan tiba pukul 11.00 Wita dan terbang pukul 07.00 Wita.
“Seluruh stakeholder yang tergabung dalam PPIH Embarkasi Makassar siap memberikan pelayanan terbaik bagi tamu Allah,” ujar Ikbal, Senin (20/4/2026).

BACA JUGA:
Bandara Sultan Hasanuddin Siap Layani Haji 2026, Hadirkan Layanan Mecca Route

Tahun ini, Embarkasi Makassar melayani 43 kelompok terbang (kloter) yang berasal dari delapan provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Sejumlah inovasi juga diterapkan, salah satunya distribusi Kartu Nusuk yang kini dilakukan lebih awal saat jemaah masih berada di asrama haji. Sebelumnya, kartu tersebut baru diterima setelah tiba di Arab Saudi.
“Kartu Nusuk ini sangat membantu jemaah karena menjadi identitas resmi selama di Tanah Suci,” jelasnya.
Kartu Nusuk merupakan identitas digital berbentuk smart card yang diterbitkan pemerintah Arab Saudi, berisi data penting jemaah dan digunakan untuk akses layanan selama ibadah, termasuk masuk ke Makkah dan kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung melalui apel siaga petugas di Asrama Haji Sudiang, Makassar, yang dipimpin Ishaq Iskandar.
Ia menegaskan pentingnya profesionalisme dan pelayanan maksimal kepada jemaah.
“Layani jemaah dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab,” tegasnya.
Ishaq juga menyoroti pentingnya layanan konsumsi dan kesehatan, terutama bagi jemaah lansia dan kelompok berisiko tinggi. Petugas diminta memastikan makanan higienis dan bergizi serta pelayanan yang humanis.
Selain itu, koordinasi lintas instansi menjadi kunci kelancaran operasional, mulai dari Kementerian Kesehatan, Imigrasi, otoritas bandara, maskapai Garuda Indonesia, hingga unsur TNI dan Polri.
Pelepasan jemaah haji dijadwalkan dilakukan pada 21 April 2026 oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, PPIH optimistis seluruh rangkaian penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, aman, dan tertib.