Sekda Sulsel, Jufri Rahman saat menerima kunjungan audiensi jajaran Kantor Perwakilan LPS III Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan dukungan penuh terhadap program Pelajar Sulsel Menabung yang diinisiasi Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Makassar.
Program ini disiapkan sebagai langkah strategis untuk membangun budaya menabung sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar sejak usia dini.
Dukungan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, saat menerima audiensi jajaran Kantor Perwakilan LPS III Makassar terkait rencana pelaksanaan program tersebut.
“Kami menyambut baik inisiatif yang mendorong literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah,” kata Jufri Rahman.
Program Pelajar Sulsel Menabung dirancang untuk membentuk kebiasaan menabung secara rutin, terukur, dan berkelanjutan dengan melibatkan organisasi kesiswaan di sekolah. Pada tahap awal, program akan diujicobakan di empat daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kabupaten Takalar.
Kepala Kantor Perwakilan LPS III Makassar, Fuad Zaen, mengatakan pihaknya sengaja menemui Sekda Sulsel untuk memaparkan konsep program sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah agar implementasinya berjalan optimal.
“Kami bersilaturahmi dengan Pak Sekda untuk memaparkan program Pelajar Sulsel Menabung yang diinisiasi Kantor Perwakilan LPS III Makassar. Kami juga memohon dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Fuad.
Menurut Fuad, program tersebut merupakan bagian dari komitmen LPS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan, khususnya di kalangan generasi muda.
Tak sekadar mengajak pelajar menabung, program ini juga akan dikemas dalam bentuk kompetisi yang menguji konsistensi peserta dalam menyisihkan uang secara berkala. Guru dan tenaga pendidik akan dilibatkan sebagai pendamping untuk memastikan kebiasaan menabung dapat tumbuh dan berkelanjutan.
“Program ini juga menghadirkan kompetisi bagi pelajar untuk menumbuhkan budaya menabung. Pelajar yang konsisten akan mendapatkan apresiasi berupa hadiah dari LPS,” katanya.
Fuad berharap dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya melalui Dinas Pendidikan, dapat memperluas jangkauan program sehingga semakin banyak pelajar yang merasakan manfaatnya.
Ia optimistis program tersebut tidak hanya meningkatkan literasi keuangan, tetapi juga membentuk karakter pelajar yang lebih mandiri dan bijak dalam mengelola keuangan sejak dini.
“Dengan membiasakan menyisihkan sebagian uang jajan untuk ditabung, pelajar akan belajar mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.