Bupati Maros, Chaidir Syam memberikan penghargaan kepada sejumlah OPD dan lembaga atas kepeduliannya pada isu Anak. (ist)
menitindonesia, MAROS – Bupati Maros Chaidir Syam memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai berkontribusi dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Maros.
Penghargaan itu diserahkan usai upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Lapangan Pallantikang, Kecamatan Turikale, Senin (27/7/2026).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Chaidir Syam bersama Wakil Bupati Muetazim Mansyur sebagai bentuk apresiasi atas komitmen OPD dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Maros yang ramah anak.
Sejumlah kepala OPD yang menerima penghargaan di antaranya Kepala Baperida Sulaiman Samad, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agustam, Kepala Dinas Sosial Andi Zulkifli Riswan Akbar, Kepala Dinas Kesehatan Muhammad Yunus, Kepala DP3A Muhammad Aris, Kepala Disdukcapil Noralim, Kepala Dinas Perpustakaan Syamsuddin, serta Kepala LPKA Kelas II Maros Irdiansyah Rana.
Chaidir mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada OPD yang selama ini dinilai aktif mendukung berbagai program pemenuhan hak anak, sekaligus menjawab aspirasi yang disampaikan Forum Anak Kabupaten Maros.
“Semua OPD yang menerima penghargaan hari ini merupakan OPD yang menjadi harapan anak-anak kita. Selama ini mereka melakukan pembinaan melalui Forum Anak dan terus berupaya memenuhi kebutuhan anak sesuai tugas masing-masing,” kata Chaidir.
Menurut Chaidir, setiap OPD memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi anak.
Ia mencontohkan Dinas Komunikasi dan Informatika yang diharapkan mampu menyediakan akses internet yang aman sekaligus membantu meminimalisasi paparan konten negatif bagi anak-anak.
“Misalnya Kominfo, anak-anak berharap tersedianya sarana internet digital yang aman sekaligus adanya penyaringan terhadap informasi negatif yang dapat memengaruhi mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Perpustakaan diharapkan terus meningkatkan fasilitas dan layanan literasi agar semakin mudah diakses oleh anak-anak.
Selain itu, Disdukcapil didorong mempercepat pelayanan administrasi kependudukan, seperti penerbitan akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), sedangkan Dinas Sosial diharapkan memperkuat layanan bagi anak penyandang disabilitas, termasuk penyediaan alat bantu.
“Anak-anak juga berharap Dinas Sosial dapat membantu penyediaan alat-alat disabilitas bagi anak berkebutuhan khusus,” tutur Chaidir.
Ia menegaskan penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi seremonial, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh OPD agar terus meningkatkan kinerja dalam memenuhi hak-hak anak di Kabupaten Maros.
“Saya berharap OPD yang menerima penghargaan ini benar-benar bergerak bersama mewujudkan pemenuhan hak anak di Kabupaten Maros,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan Maros Syamsuddin mengatakan pihaknya terus menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak. Salah satunya melalui layanan perpustakaan keliling yang rutin hadir di kawasan Car Free Day setiap pekan.
Menurut Syamsuddin, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperluas akses literasi bagi anak-anak dan keluarga.
“Kami ingin perpustakaan tidak hanya dikenal sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar yang menyenangkan. Melalui perpustakaan keliling di Car Free Day, anak-anak dapat membaca, bermain, sekaligus mengembangkan pengetahuan mereka,” kata Syamsuddin.
Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Maros menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, keluarga, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.