Hadiri Peluncuran Buku Bahlil, Prabowo: Pemimpin Harus Bekerja Agar Rakyat Kecil Punya Harapan

Presiden Prabowo saat memberikan sambutan di acara peluncuran 10 buku Bahlil Lahadalia. (ist)
menitindonesia, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap dua sosok yang menjadi inspirasinya dalam memahami arti kepemimpinan. Dari keduanya, Prabowo mendapat pesan sederhana: pemimpin harus mencintai rakyat, menggunakan akal sehat, dan bekerja agar masyarakat kecil memiliki harapan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran buku Sepuluh Karya Nyata untuk Negeri sekaligus perayaan ulang tahun ke-50 Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Sosok pertama yang disebut Prabowo ialah Ben Mboi, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1978-1988. Dari Ben Mboi, Prabowo mengingat dua prinsip utama dalam memimpin.
“Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya. Love your people, cintai rakyatmu. Gunakan akal sehat,” kata Prabowo.
Prabowo menilai kecintaan kepada rakyat dan akal sehat harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pemerintah. Ia mencontohkan kebijakan hilirisasi dan swasembada pangan sebagai bentuk penerapan prinsip tersebut.

BACA JUGA:
Mensesneg : Prabowo Minta Buku Pelajaran Indonesia Dibandingkan dengan Negara ASEAN

“Jadi kebijakan itu akal sehat. Kebijakan hilirisasi, kebijakan swasembada pangan, semua itu akal sehat,” ujarnya.
Sosok kedua yang disebut Prabowo ialah Raden Panji Mohammad Noer atau Cak Noer, Gubernur Jawa Timur periode 1967-1976.
Prabowo mengaku mendapat pesan dari Cak Noer beberapa bulan sebelum tokoh tersebut meninggal dunia. Pesannya, kata Prabowo, juga sederhana: seorang pemimpin harus bekerja.
“Cak Noer, berapa bulan sebelum meninggal, beliau cerita sama saya. ‘Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana.’ Bekerja,” tutur Prabowo.
Prabowo kemudian mengutip ungkapan Jawa yang menurutnya menggambarkan tujuan utama seorang pemimpin.
Yen wong cilik iso gemuyu,” ucapnya.
Ungkapan tersebut berarti jika rakyat kecil bisa tersenyum. Menurut Prabowo, seorang pemimpin harus bekerja agar masyarakat paling lemah dan miskin dapat merasakan kehidupan yang lebih baik.
“Pemimpin bekerja agar orang yang paling lemah, orang yang kecil, orang yang paling miskin bisa senyum, bisa ketawa,” katanya.
Bagi Prabowo, senyum rakyat kecil merupakan tanda tumbuhnya harapan. Karena itu, pemerintah harus memastikan kebijakan yang diambil mampu memberikan harapan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
“Artinya, kalau orang yang sangat lemah, sangat tidak berdaya, bisa senyum dan ketawa, dia mulai punya harapan. Kita bekerja memberi harapan kepada rakyat kita yang paling tidak berdaya,” ujarnya.
Prabowo menegaskan prinsip tersebut menjadi salah satu pegangannya dalam menjalankan pemerintahan. Ia meyakini keputusan yang didasarkan pada kecintaan kepada rakyat dan akal sehat akan membawa pemimpin tetap berada di jalur yang benar.
“Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan,” kata Prabowo.
Ia juga mengingatkan bahwa keberanian dan kecerdasan seorang pemimpin harus diiringi nilai kebaikan, kebajikan, serta empati.
“Keberanian harus juga ditopang oleh nilai kebaikan, nilai kebajikan, nilai-nilai empati,” pungkasnya.