menitindonesia, MAKASSAR – Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kota Makassar menggalang donasi untuk membantu warga korban kebakaran di sejumlah lokasi di Kota Makassar. Hingga Senin, dana yang terkumpul dari pegawai Pemkot Makassar mencapai sekitar Rp70 juta.
Dana tersebut tidak langsung dibelanjakan sekaligus. Korpri menyalurkannya secara bertahap dengan memprioritaskan kebutuhan warga di lokasi pengungsian.
Sekretaris Korpri Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan donasi dihimpun dari anggota Korpri dan pegawai di lingkungan Pemkot Makassar.
“Kami meminta kesediaan teman-teman semua anggota Korpri untuk berpartisipasi meringankan beban saudara-saudara kita yang menjadi korban kebakaran, khususnya di Tallo,” kata Kamelia, Rabu (12/8/2026).
Bantuan pertama telah disalurkan pada Jumat. Saat itu, dana yang terkumpul sekitar Rp20 juta.
Sebelum membeli bantuan, Korpri berkoordinasi dengan camat setempat untuk memetakan kebutuhan warga di pengungsian. Dari hasil koordinasi tersebut, bantuan makanan dinilai sudah relatif mencukupi karena telah disalurkan BPBD, Dinas Sosial, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Korpri kemudian mengalihkan fokus bantuan ke kebutuhan yang dinilai belum banyak tersedia, seperti pakaian dalam, sandal, perlengkapan mandi, dan kebutuhan anak-anak.
“Karena makanan sudah banyak, dapur umum juga ada, mi instan juga banyak. Jadi kami melihat kebutuhan yang mungkin belum terpenuhi, seperti pakaian dalam dan sandal. Kami juga menyiapkan susu UHT untuk anak-anak agar kebutuhan gizinya tetap diperhatikan,” ujarnya.
Sebanyak 100 dus susu UHT telah disalurkan untuk anak-anak terdampak kebakaran. Selain itu, bantuan yang diberikan meliputi terpal, pakaian dalam, sandal, sabun mandi, sampo, serta sejumlah kebutuhan pribadi lainnya.
Berdasarkan pendataan di lapangan, kebakaran tersebut berdampak terhadap sekitar 88 kepala keluarga (KK) yang menempati 60 rumah.
Donasi dari pegawai Pemkot Makassar hingga kini masih terus mengalir. Kamelia mengatakan nominal sumbangan bervariasi, mulai dari puluhan ribu rupiah hingga lebih besar.
“Donasi terus masuk. Ada yang menyumbang Rp50 ribu, ada yang lebih. Nilainya memang tidak besar, tetapi karena jumlah pegawai cukup banyak, akhirnya terkumpul lumayan besar,” katanya.
Kamelia menegaskan dana yang terkumpul akan digunakan secara bertahap. Pembelian bantuan disesuaikan dengan kebutuhan warga berdasarkan pemantauan di lapangan.
Dia juga mengajak seluruh OPD di lingkungan Pemkot Makassar bergantian turun langsung ke lokasi pengungsian agar bantuan yang diberikan tidak sekadar seremonial.
“Saya mengajak teman-teman dari OPD lain untuk bergantian turun dan melihat langsung. Karena berbeda ketika kita hanya memberikan bantuan tanpa melihat kondisi mereka. Kalau kita datang langsung, kita bisa melihat bahwa ternyata kebutuhan mereka memang banyak,” tuturnya.
Selain korban kebakaran di Tallo, Korpri Makassar juga menyiapkan bantuan untuk warga terdampak di lokasi lain, termasuk kawasan Toddopuli.
Menurut Kamelia, kebutuhan pengungsi tidak berhenti pada makanan. Banyak barang pribadi yang ikut ludes terbakar dan sulit segera digantikan.
“Kalau makanan, dari BPBD dan Dinas Sosial sudah ada. Tetapi kebutuhan seperti pakaian dalam, sandal, sabun, sampo, dan sepatu sekolah biasanya lebih sulit terpenuhi. Semua itu penting karena hampir seluruh barang mereka habis terbakar,” jelasnya.
Kebutuhan perlengkapan sekolah anak-anak korban kebakaran juga menjadi perhatian. Bantuan seragam sekolah sebelumnya telah diberikan, sementara kebutuhan yang masih dicari di antaranya sepatu sekolah.
Kamelia memastikan pengelolaan dana donasi akan dilakukan secara transparan. Setelah seluruh bantuan selesai disalurkan, Korpri akan merekap seluruh penggunaan dana dan menyusun laporan pertanggungjawaban.
“Setelah semuanya selesai dan seluruh belanja terekap, kami akan membuat laporan dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana donasi,” tegasnya.