Ribuan mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) antusias mengabadikan momen bersama Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., usai kuliah tamu bertajuk How to Be World Class Researchers di Medan, Kamis (6/8/2026). Dalam kuliah tersebut, Taruna Ikrar mengajak generasi muda menjadikan riset sebagai instrumen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Kuliah tamu di Universitas Prima Indonesia tidak hanya membahas riset dan inovasi, tetapi juga menyalakan optimisme generasi muda untuk berani bermimpi besar dan menghadirkan solusi bagi negeri.
menitindonesia, MEDAN — Suasana Hall Utama Lantai 10 Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Kamis (6/8/2026), dipenuhi energi dan antusiasme. Ribuan mahasiswa dari rumpun kesehatan, mulai dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Keperawatan, hingga Fakultas Farmasi, memadati ruangan untuk mengikuti kuliah tamu bertajuk How to Be World Class Researchers yang dibawakan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D.
Bagi para mahasiswa, kehadiran Taruna Ikrar bukan hanya kesempatan mendengar paparan seorang regulator nasional. Sosok ilmuwan yang berkiprah di tingkat internasional itu hadir membawa pesan yang lebih dalam: bahwa riset harus menjadi jalan untuk menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat.
Di hadapan ribuan peserta, Taruna Ikrar mengajak generasi muda memandang penelitian bukan hanya sebagai sarana memperoleh gelar akademik, publikasi internasional, atau angka sitasi. Menurutnya, riset yang bernilai adalah riset yang mampu menjawab tantangan bangsa dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Indonesia, kata Taruna, memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan, terutama pada sektor obat bahan alam dan kekayaan biodiversitas yang dimiliki.
“Lebih dari 22 ribu obat herbal telah memperoleh nomor izin edar dari BPOM. Industri ini menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp350 triliun setiap tahun. Angka ini menunjukkan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu melahirkan nilai ekonomi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Taruna, peneliti kelas dunia tidak semata-mata diukur dari jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan. Lebih penting dari itu adalah kemampuan menghadirkan inovasi yang dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret bagi kebutuhan masyarakat.
Ia mendorong mahasiswa untuk berani berpikir besar, membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu, serta memiliki keberanian menembus batas-batas yang selama ini dianggap tidak mungkin.
Riset yang Menginspirasi Generasi Muda
Sepanjang kuliah berlangsung, suasana auditorium terasa hidup. Ribuan mahasiswa tampak menyimak dengan penuh perhatian saat Taruna Ikrar membagikan pengalaman panjangnya di dunia riset internasional, regulasi kesehatan, hingga proses hilirisasi inovasi menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi sebagian mahasiswa, kuliah tamu tersebut bukan hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga menghadirkan suntikan motivasi untuk menatap masa depan dengan lebih optimistis.
Salah seorang mahasiswa mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga dari paparan yang disampaikan Kepala BPOM RI tersebut.
“Kuliah tamu yang disampaikan Prof Taruna Ikrar bukan hanya menambah pengetahuan dan wawasan, tetapi juga memotivasi kami agar tidak pernah mengenal putus asa dan selalu memelihara harapan bahwa masa depan akan lebih baik dan lebih maju,” ujarnya.
Antusiasme mahasiswa bahkan tidak berhenti ketika acara resmi berakhir. Usai menyampaikan kuliah tamu, ribuan mahasiswa tampak histeris memanggil nama Taruna Ikrar. Mereka berbondong-bondong mendekati panggung, menerobos kerumunan untuk bersalaman dan mengabadikan momen melalui swafoto bersama sosok yang mereka anggap inspiratif tersebut.
Pemandangan itu menjadi gambaran bagaimana pesan-pesan tentang ilmu pengetahuan, inovasi, dan kerja keras dapat diterima dengan hangat oleh generasi muda yang tengah menyiapkan diri menjadi tenaga kesehatan masa depan Indonesia.
Wakil Rektor IV UNPRI, Dr. dr. Ali Napiah Nasution, MKT, MKM, Sp., menilai penyampaian materi oleh Taruna Ikrar berlangsung sangat baik sehingga mampu membangun interaksi yang kuat dengan para mahasiswa.
“Prof Taruna Ikrar tampil sangat prima di hadapan mahasiswa UNPRI saat memaparkan materinya, sehingga sambutan mahasiswa sangat antusias. Ini kuliah tamu yang sungguh mencerahkan dan menambah pengetahuan. Terima kasih kepada Bapak Kepala BPOM RI yang telah meluangkan waktu berkunjung ke kampus kami,” kata Ali Napiah.
Kuliah tamu tersebut menjadi ruang pertemuan antara dunia akademik, penelitian, dan kebutuhan nyata bangsa. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Taruna Ikrar mengingatkan bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta maupun sumber daya.
Yang dibutuhkan, menurutnya, adalah keberanian untuk terus belajar, meneliti, berinovasi, dan menghadirkan karya yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat sekaligus mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.