Politisi Golkar, Andi Patarai Amir saat memberikan sambutan di momen konsolidasi Golkar yang dihadiri ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin. (ist)
menitindonesia, MAROS – Andi Patarai Amir mulai membuka peluang untuk kembali memimpin DPD II Partai Golkar Maros. Namun, jika nantinya terpilih sebagai ketua definitif, ia menyatakan siap mengambil tantangan lebih besar: maju sebagai calon Bupati Maros.
Pernyataan itu disampaikan Patarai setelah Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) menegaskan bahwa kader yang ingin menjadi Ketua Golkar Maros harus siap mencalonkan diri sebagai bupati.
Patarai mengaku siap memenuhi syarat tersebut.
“Tadi kita dengarkan pernyataan Ketua DPD I yang mau maju calon ketua Golkar harus siap mencalonkan diri jadi calon bupati. Itu otomatis, kalau saya maju berarti saya siap mencalonkan bupati ke depannya,” tegas Patarai.
Patarai saat ini diusulkan IAS menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Maros. Ia disiapkan mengisi kekosongan kepemimpinan setelah Suhartina Bohari mengundurkan diri.
Penunjukan tersebut menjadi pintu bagi Patarai untuk kembali masuk dalam bursa kepemimpinan Golkar Maros.
Patarai sendiri tidak menutup kemungkinan maju sebagai Ketua DPD II Golkar Maros secara definitif dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang ditargetkan digelar Desember mendatang.
“Memungkinkan untuk saya maju kembali, tapi kita lihat kondisi saja,” katanya.
Jika benar-benar maju, Patarai harus berhadapan dengan tantangan politik yang tidak ringan. IAS telah memasang target peningkatan perolehan kursi Golkar Maros hingga 50 persen pada Pemilu mendatang.
Saat ini Golkar memiliki enam kursi di DPRD Maros. Di sisi lain, jumlah kursi DPRD Maros diproyeksikan bertambah dari 35 menjadi 40 kursi.
Bagi IAS, hasil Pemilu akan menjadi ukuran awal bagi kader yang ingin maju dalam Pilkada. Ketua partai di daerah dituntut mampu membuktikan kekuatan mesin politik sebelum mendapatkan tiket menuju kontestasi kepala daerah.
Patarai pun tampak menerima tantangan tersebut.
Ia menilai posisi Plt yang kini dipercayakan kepadanya menjadi momentum untuk kembali membenahi internal partai sekaligus menyiapkan Musda.
Sebagai Plt, tugas utama Patarai adalah memastikan struktur organisasi Golkar Maros kembali berjalan dan Musda dapat terlaksana sesuai target.
“Otomatis tugasnya sebagai Plt menyelesaikan Musda,” ujarnya.
Patarai bukan nama baru di Golkar Maros. Ia pernah memimpin DPD II Golkar Maros selama kurang lebih lima tahun.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan IAS mengusulkan namanya sebagai Plt.
“Saya pikir dia tahu masalah yang ada di dalam,” kata IAS.
Kini, Patarai berada di persimpangan penting: membenahi Golkar Maros sebagai Plt, kemudian menentukan apakah akan kembali bertarung merebut kursi ketua definitif sekaligus membuka jalan menuju Pilkada Maros.