Petugas Satpol PP membongkar lapak liar di jl Gunung Lompobattang. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Deretan lapak pedagang di Jalan Gunung Lompo Battang, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar akhirnya dibongkar, Kamis (17/9/2026).
Menariknya, penertiban 10 lapak yang telah berdiri di atas fasilitas umum (fasum) selama dua dekade ini berjalan mulus tanpa perlawanan.
Para pedagang secara sukarela membongkar sendiri bangunan usaha mereka usai melalui serangkaian mediasi persuasif dengan pihak Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menjelaskan 10 lapak tersebut dihuni oleh berbagai jenis usaha, mulai dari penjual sop konro, mi, ikan bakar, hingga bengkel. Pembongkaran mandiri ini turut dikawal oleh BKO Satpol PP Kecamatan, RT/RW, dan warga setempat.
“Hari ini terjadi pembongkaran secara mandiri. Ini yang harus kita apresiasi kepada seluruh pedagang yang sudah mau merombak sendiri lapaknya tanpa riak-riak penolakan,” ujar Nanin di lokasi pembongkaran.
Nanin mengungkapkan, deretan lapak ini punya sejarah panjang. Mereka sudah menempati fasum tersebut selama kurang lebih 20 tahun. Awalnya, para pedagang ini adalah hasil relokasi dari kawasan Lapangan Karebosi sebelum direvitalisasi di masa lalu.
Kini, pihak kecamatan telah menggandeng PD Pasar untuk mencarikan tempat usaha baru bagi para pedagang. Proses pemindahan barang pun turut dibantu langsung oleh petugas.
“Sebagian pedagang memilih berpindah ke Jalan Sunu, sementara lainnya menuju kawasan Daya. Bahkan ada satu pedagang yang kini sudah mandiri dan memilih menyewa ruko sendiri,” jelas Nanin.
Meski sukses menertibkan kawasan Lompo Battang tanpa gesekan, tugas Kecamatan Ujung Pandang belum selesai. Nanin menyebut masih ada puluhan lapak liar yang masuk dalam radar penertiban.
“Nanti ada data dasar, masih ada sekitar 80 lapak. Kita akan tangani bertahap sesuai skala prioritas karena tidak semua ditertibkan serta-merta. Datanya fluktuatif, hari ini sekian, besok bisa berkurang atau malah bertambah,” pungkasnya.