TP PKK Sulsel Dorong KISAK Jadi Gerakan Bersama Wujudkan Tertib Administrasi Kependudukan di Pangkep

menitindonesia, PANGKEP — Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ny. Naoemi Octarina Sudirman, mendorong Program Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tertib administrasi kependudukan.
Hal tersebut disampaikan Naoemi saat memberikan arahan pada Sosialisasi Program Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK) di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Rabu, 23 September 2026.
Naoemi mengatakan, administrasi kependudukan tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan dokumen, tetapi juga menyangkut identitas, kepastian hukum, perlindungan hak, serta akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
“Karena itu, setiap keluarga perlu memastikan seluruh anggota keluarganya memiliki dokumen kependudukan yang lengkap, benar, dan sesuai dengan kondisi terkini,” ujarnya.

BACA JUGA:
Sekda Sulsel Kukuhkan Pengurus Korpri Enrekang 2026-2031

Berdasarkan data Pengelola Data Kependudukan per 31 Agustus 2026, Kabupaten Pangkep mencatat capaian kepemilikan akta kelahiran anak usia 0–17 tahun sebesar 99,74 persen, KTP-el 97,75 persen, dan akta kematian 99,56 persen.
Sementara itu, kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) mencapai 80,07 persen. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83.912 anak telah memiliki KIA, sementara 19.588 anak masih belum memiliki KIA.
Untuk Identitas Kependudukan Digital (IKD), dari target 131.318 penduduk, sebanyak 43.409 atau 32,78 persen telah melakukan aktivasi. Naoemi mendorong agar edukasi mengenai manfaat, tata cara aktivasi, serta pemanfaatan IKD terus diperluas sehingga semakin mudah dipahami dan diakses masyarakat.
Menurut Naoemi, capaian yang telah diraih perlu terus ditingkatkan, khususnya dalam menjangkau masyarakat yang belum terlayani. Hal tersebut menjadi perhatian penting bagi Pangkep yang memiliki wilayah daratan dan kepulauan dengan karakteristik geografis yang beragam.
Dalam hal ini, kader PKK dan Dasawisma dinilai memiliki peran strategis sebagai penggerak sekaligus penyampai informasi KISAK di tengah masyarakat. Edukasi dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan keluarga dan masyarakat, seperti kegiatan PKK, Dasawisma, Posyandu, serta kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan Duta KISAK. Para Duta KISAK diharapkan tidak berhenti pada peran seremonial, tetapi dapat menjadi teladan sekaligus turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi kependudukan.
“Mari kita jadikan KISAK sebagai gerakan bersama. Gerakan yang dimulai dari keluarga, kemudian bergerak ke lingkungan, desa dan kelurahan, kecamatan, hingga pada akhirnya menjadi budaya masyarakat Kabupaten Pangkep,” ujar Naoemi.
Melalui penguatan Program KISAK, sinergi antara pemerintah, TP PKK, kader Dasawisma, Posyandu, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan administrasi kependudukan yang tertib, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Kabupaten Pangkep.