Wali Kota Makassar Tantang Lulusan Teknik Elektro Jadi Pencipta Lapangan Kerja

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 yang digelar Politeknik Bosowa bersama Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) di Menara Bosowa, Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menantang mahasiswa dan lulusan teknik elektro tak sekadar mengejar pekerjaan setelah lulus. Mereka didorong memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus melahirkan solusi bagi persoalan perkotaan.
Pesan itu disampaikan Munafri saat menghadiri Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 yang digelar Politeknik Bosowa bersama Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) di Menara Bosowa, Makassar, Rabu (23/9/2026).
Di hadapan mahasiswa teknik elektro dari berbagai provinsi di Indonesia, Munafri mengatakan bidang teknik elektro memiliki ruang yang luas seiring pesatnya perkembangan teknologi.
“Kita tahu para alumni atau lulusan ataupun yang berkecimpung di dalam dunia teknik elektro ini adalah mereka yang sangat beruntung,” ujar Munafri.
“Kenapa? Karena ilmu pada umumnya tidak akan pernah mati sama sekali. Ilmu ini adalah ilmu yang berbicara tentang masa lalu dan selalu berbicara tentang masa depan,” sambungnya.

BACA JUGA:
Survei Kepuasan Masyarakat 2026: Layanan Bapenda Makassar Dapat Nilai 87,75

Menurut Munafri, perkembangan kendaraan listrik, energi baru terbarukan, teknologi digital hingga Internet of Things (IoT) membuka kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknik elektro.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa dan lulusan teknik elektro tidak hanya memosisikan diri sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai inovator dan pencipta lapangan kerja.
“Saya berharap lulusan sarjana teknik elektro ini atau melalui FORTEI tidak lagi hanya berbicara tentang di mana bekerja. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana alumni mahasiswa ini nanti bisa menjadi pekerja,” kata Munafri.
Munafri mengatakan Pemerintah Kota Makassar terbuka terhadap kolaborasi dengan perguruan tinggi, mahasiswa, alumni, organisasi profesi maupun FORTEI.
Ia berharap perguruan tinggi teknik elektro dapat ikut menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai persoalan di Kota Makassar.
“Kota ini harus dibangun secara kolaboratif dengan sisi yang harus menempatkan orang-orang tepat pada bidangnya,” jelasnya.
Menurutnya, sejumlah persoalan perkotaan seperti efisiensi energi, sistem kelistrikan, digitalisasi layanan dan pengembangan IoT membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Salah satu ruang kolaborasi yang ditawarkan Pemkot Makassar yakni melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).
“Di Pemerintah Kota Makassar ada namanya BRIDA. BRIDA ini bisa menjadi tempat untuk memberikan berbagai macam akses untuk terus memberikan upgrading dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang ada di Kota Makassar,” tuturnya.
Dalam forum tersebut, Munafri juga mengungkap rencana Pemkot Makassar mengembangkan dua greenhouse berbasis IoT pada tahun mendatang.
Proyek tersebut dinilai membutuhkan tenaga terampil, termasuk lulusan teknik elektro, untuk merancang, mengoperasikan hingga mengembangkan sistem teknologi yang digunakan.
“Di Kota Makassar, tahun depan akan dibangun dua greenhouse dengan berbasis IoT. Ini dibutuhkan sarjana-sarjana terampil yang akan memastikan ini,” katanya.
Munafri mencontohkan penerapan teknologi pertanian di Belanda yang mampu mengoptimalkan lahan terbatas melalui teknologi untuk menghasilkan produktivitas pertanian.
Pendekatan serupa, kata dia, dapat dikembangkan di Makassar dengan menyesuaikan kebutuhan dan karakteristik daerah, terutama untuk mendukung ketahanan pangan.
Pemkot Makassar, lanjutnya, tidak ingin mengerjakan seluruh proses tersebut sendiri. Pemerintah akan mengambil peran sebagai pionir sekaligus membuka ruang bagi masyarakat, perguruan tinggi dan pelaku teknologi untuk terlibat.
“Kami dari pemerintah kota concern benar terhadap ini untuk tidak melakukan segalanya, tetapi menjadi pionir, pelopor untuk memastikan keterlibatan masyarakat dalam rangka mengakses Internet of Things, khususnya di bidang pertanian,” terangnya.
Munafri juga mengajak FORTEI dan perguruan tinggi teknik elektro di Makassar membawa berbagai konsep teknologi modern yang dapat diterapkan di tingkat kota.
Salah satu yang ia soroti yakni pengembangan sistem penerangan jalan pintar yang dapat mengatur penggunaan energi berdasarkan keberadaan kendaraan atau aktivitas di jalan.
Menurutnya, inovasi semacam itu dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem perkotaan yang lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Hal seperti inilah yang akan kita coba membangun. Saya ingin dari FORTEI, khususnya Universitas yang ada di Kota Makassar ini, datang kepada Pemkot membawakan konsep modern yang bisa terapkan di Kota Makassar,” katanya.
Ia berharap Seminar Nasional Teknik Elektro 2026 tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi berlanjut menjadi kolaborasi dan program konkret yang dapat diterapkan di Kota Makassar.
“Ini merupakan kesempatan yang baik buat saya agar kiranya ini bisa menjadi ruang kolaborasi yang baik antara Pemerintah Kota Makassar dengan FORTEI,” tegas Munafri.