Murka di Markas PBB, Menlu Sugiono Kecam Keras Israel Usir Paksa 20 Staf UNRWA

Menteri Luar Negeri, Sugiono saat menghadiri forum tingkat menteri di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan taringnya dalam membela nasib rakyat Palestina di kancah global. Tak sekadar melempar kecaman ke Israel, RI membuktikan aksi nyata dengan mengucurkan dana segar senilai USD 1,2 juta atau setara Rp 21,4 miliar ke kas Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Komitmen tegas dan berani ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono saat menghadiri forum tingkat menteri di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Kamis (24/9/2026) waktu setempat.
Sugiono menegaskan, suntikan dana miliaran rupiah ini adalah wujud pasang badan Indonesia di tengah tekanan politik dan finansial yang terus mencekik UNRWA akibat konflik yang tak berkesudahan.
“Komitmen Indonesia tetap teguh dan konsisten. Tahun ini kami akan melanjutkan kontribusi tahunan sebesar USD 1,2 juta kepada UNRWA agar mandat kemanusiaan mereka tetap berjalan penuh,” tegas Sugiono di hadapan delegasi negara-negara dunia.
Dalam forum bergengsi tersebut, tensi pidato Sugiono memanas saat menyinggung ulah semena-mena tentara bersenjata Israel. Indonesia mengecam keras aksi brutal Israel yang merampas Pusat Pelatihan Kalandia milik UNRWA di Yerusalem Timur pada Agustus lalu, yang berujung pada pengusiran paksa 20 staf PBB.
Padahal, fasilitas yang berdiri sejak 1952 itu adalah urat nadi pelatihan kejuruan bagi para pengungsi muda Palestina.
“Tindakan ini menghambat operasional badan PBB dan melanggar prinsip properti internasional. Hal (barbar) ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi!” serunya tajam, sembari mendesak negara-negara lain untuk ikut menyuntikkan dana ke UNRWA.
Sikap vokal Sugiono soal UNRWA ini merupakan puncak dari maraton diplomasi tingkat tinggi delegasi Indonesia selama rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum PBB pekan ini. Isu penderitaan warga Gaza mutlak dijadikan ‘jualan’ utama Indonesia di New York.
Sejak awal pekan, Indonesia terus bermanuver menggalang kekuatan dunia. Pada Senin (21/9), Sugiono langsung memanaskan mesin diplomasi dalam forum Group of Eight—koalisi negara mayoritas Muslim—guna menyatukan suara lantang menekan Israel.
Sehari berselang, Selasa (22/9), delegasi RI kembali merapatkan barisan bersama 142 negara pro-Deklarasi New York untuk mengunci komitmen penyelesaian damai lewat Solusi Dua Negara.
Puncaknya, dalam forum khusus pemulihan awal Gaza pada Rabu (23/9), Indonesia menuntut agar dunia internasional segera turun tangan membangun kembali infrastruktur Gaza yang hancur lebur.
Sugiono menggarisbawahi syarat mutlak bahwa seluruh proses rekonstruksi bangunan dan ekonomi harus dikendalikan penuh oleh rakyat Palestina sendiri (Palestinian-led and Palestinian-owned), bukan pihak asing.
“Bagi rakyat Gaza, perdamaian harus berarti lebih dari sekadar tidak adanya kekerasan bersenjata. Mereka berhak kembali membangun kehidupan yang layak dan bermartabat,” tutup Sugiono, mengunci komitmen total Indonesia untuk Palestina.