Gubernur Sulsel Dorong Pelatihan Vokasi Tak Berhenti di Sertifikat, Harus Buka Lapangan Kerja

Gubernur Sulsel bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mendorong pelatihan vokasi tak berhenti pada peningkatan keterampilan. Menurutnya, program pelatihan harus berujung pada penyerapan tenaga kerja hingga penciptaan lapangan pekerjaan baru.
Hal itu disampaikan Andi Sudirman saat menerima audiensi Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar, Nasrun Imullah, bersama jajaran di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (5/10/2026).
Pemprov Sulsel bersama BBPVP Makassar rencananya berkolaborasi dalam pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 6. Program tersebut menyasar masyarakat dan tenaga kerja yang ingin meningkatkan kompetensi maupun mempelajari keterampilan baru sesuai kebutuhan dunia kerja.
Andi Sudirman mengatakan Sulsel memiliki potensi tenaga kerja produktif yang besar. Potensi tersebut, kata dia, perlu dipertemukan dengan pelatihan serta fasilitas yang sesuai agar menghasilkan talenta yang benar-benar siap bekerja.
“Pelatihan vokasi ini nantinya akan menjadi leading sector di bidang pelatihan kerja bagi anak-anak kita, khususnya yang siap kerja. Kita punya siswa SMK, kemudian ada juga usia produktif yang siap kerja. Harapan kita, balai menyiapkan fasilitas pelatihan,” kata Andi Sudirman.

BACA JUGA:
Influenza A Meningkat, Dinkes Sulsel Minta Warga Waspada tapi Tak Perlu Panik

Pemprov Sulsel, lanjut dia, juga akan menyiapkan skema tindak lanjut bagi peserta setelah menyelesaikan pelatihan. Langkah itu dinilai penting agar kompetensi yang diperoleh tidak berhenti sebagai keterampilan, tetapi bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan pekerjaan atau membuka usaha.
“Kami dari provinsi menyiapkan sumber dayanya untuk masyarakat. Kemudian kami juga bisa menstimulan setelah keluar dari balai pelatihan, bagaimana tindak lanjutnya agar betul-betul bisa membuka usaha ataupun membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Andi Sudirman menekankan program vokasi harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Pelatihan dinilai perlu mengikuti perkembangan sektor ekonomi sekaligus tren permintaan pasar.
“Di Sulawesi Selatan ini banyak sektor. Ada pertambangan, UMKM, FnB, otomotif, pertanian, dan perkebunan. Semuanya memiliki potensi dan peluang yang sama. Tinggal bagaimana kita melihat kebutuhan atau demand masyarakat dan kecenderungannya,” jelasnya.
Dia mencontohkan sektor makanan dan minuman atau FnB yang saat ini berkembang, termasuk bisnis kopi. Menurutnya, tren tersebut dapat menjadi peluang yang dikembangkan melalui pelatihan vokasi.
“Sekarang ini, misalnya, sedang booming FnB, makanan, kuliner dan sebagainya, terutama di bidang kopi. Ini tentu menjadi salah satu peluang yang bisa kita lihat,” ungkap Andi Sudirman.
Sementara itu, BBPVP Makassar saat ini membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 bagi Rekanaker yang ingin mempelajari keterampilan baru, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menjadi talenta siap kerja.
Pendaftaran pelatihan dibuka mulai 3 hingga 14 Oktober 2026. Adapun pelatihan dijadwalkan dimulai pada 28 Oktober 2026.