Jubir Adama: Yang Diduga Melanggar, Bukan dari Kubu Danny Fatma

Indira Mulyasari Paramastuti - Juru Bicara ADAMA. (Foto Istimewa)
Dugaan Money Politic – Polemik sooal dugaan pelanggaran di Pilkada Makassar semakin hangat. Bawaslu melaporkan dugaan money politik ke Polisi Resort Kota Makassar. Kata Jubir Adama,  Tim Danny-Fatma sendiri tidak tahu peristiwa yang dilaporkan kandidat lainnya.
menitindonesia.com, MAKASSAR – Terkait kasus dugaan pelanggaran politik uang yang dilaporkan kubu kandidat walikota Makassar nomor urut 2, Appi-Rahman, terhadap pasangan calon nomor urut 1, Danny-Fatma, ditanggapi juru bicara Danny-Fatma, Indira Mulyasari.
Dia menyebut yang diduga melanggar bukanlah Paslon Danny-Fatma, maupun tim kampanye tim ADAMA. Danny-Fatma sendiri juga mengaku tidak mengetahui peristiwa yang dilaporkan kubu lawannya itu.
“Yang melanggar itu bukan bagian dari kami, baik Paslon Danny-Fatma atau tim kampanye. Individu-individu yang terekam di lokasi, seperti yang dilaporkan, adalah pihak yang diduga melanggar,” ujar Indira dalam keterangannya, Selasa (13/10/2020).
Politisi perempuan Nasdem ini mengungkapkan, Danny-Fatma sebelumnya juga telah dimintai keterangan oleh Bawaslu Makassar terkait adanya atribut kampanye Danny-Fatma di lokasi kejadian. Akan tetapi, paslon dengan nomor urut 1 ini mengaku tidak mengetahui kejadian tersebut.
Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar ini menambahkan, pihaknya mengaku heran dengan sikap Bawaslu Makassar yang terkesan sangat bersemangat merilis hasil penyelidikan tim Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) pada Paslon Danny-Fatma sebagai pihak terlapor. .
“Proses seperti ini juga dialami kandidat lain, seperti Appi-Rahman sebelumnya. Hanya saja, hanya pada kasus kami selaku terlapor, Bawaslu Makassar memberi keterangan pers, sedangkan untuk kasus-kasus sebelumnya, Bawaslu tidak memberi keterangan pers. Untuk hal ini, dapat ditanyakan langsung kepada Bawaslu,” ujar Indira.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Makassar Zulfikarnain yang dikonfirmasi mengaku tidak pernah membeda-bedakan setiap laporan yang masuk ke Bawaslu. Semua laporan yang masuk diproses oleh tim Gakumdu (Penegak Hukum Terpadu) yang terdiri dari Anggota Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan.
“Kami tidak pernah merilis hasil pemeriksaan laporan dengan melakukan jumpa pers, namun kita tetap merespon bilamana ada pihak media yang bertanya, di kantor juga setiap perkembangan kasus tertulis di papan pengumuman, kebetulan juga baru satu kasus yang naik ke tahap penyidikan,” tutup Zulfikarnain. (adezakaria)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini