Warga Tionghoa Melayu Berkomitmen Menangkan Danny Fatma

Danny Pomanto bersama warga Tionghoa Melayu Baru. Membangun komitmen menangkan pasangan ADAMA. (Doto TimDP-Ftm)
Komitmen dengan ADAMA – Dikunjungi Danny Pomanto, Tokoh Tionghoa serahkan cendera mata lambang kekuatan dan keabadian. Mereka juga menyampaikan komitmennya memperjuangkan Danny Pomanto kembali memimpin Makassar ke depan.
menitindonesia.com, MAKASSAR, Saat kampanye dialogis calon Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, warga keturunan Tionghoa Kelurahan Melayu Baru, Kecamatan Wajo mengeluhkan pelayanan publik dalam pengurusan administrasi kependudukan..
Keluhan ini disampaikan langsung Jois, salah satu warga keturunan yang hadir dalam kampanye dialogis tersebut, Selasa (13/10/2020), siang.
.”Ini sekedar sharing Pak, saya hanya keluhkan beberapa waktu lalu saya melakukam pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebelum Covid. Cuman memang ada sedikit masalah dengan saya punya kakak, tapi saya sudah diarahkan ke Capil bahkan ke Kecamatan, tapi sampai hari ini pengurusan KK saya belum selesai Pak. Jadi saya punya harapan nanti kalau bapak jadi walikota tolong kami dipermudah dalam urusan KTP dan KK Pak,” ujar Jois.
Jois mengaku heran, sekarang pengurusan KTP dan KK justru semakin susah dan sering dikeluhkan warga masyarakat. Jois membandingkan, saat Danny Pomanto jabat walikota, semua urusan administrasi di catatan sipil lancar-lancar saja.
Mendengar keluhan warga tersebut, Danny Pomanto puin langsung mananggapinya. “Sabarki Ibu Jois, Tungguma!” kata Danny, langsung disambut tepuk tangan oleh puluhan  warga Tionghoa yang hadir.
Dalam dialog ini Tokoh Tionghoa diwakili Koko Frans memberikan cindera mata berupa meja yang diatasnya dilapisi marmer dengan ukiran tinta emas berlambang Naga dan Burung Phonix. Di situ ada tulisan “Makassar Bersatu”.
Saat ditanya apa makna dari ukiran Naga dan Burung Phonix tersebut, Koko Frans yang menjelaskan jika lambang tersebut memiliki makna yang cukup dalam.
“Ukiran Naga dan Burung Phonix yang tergambar dalam lingkaran ini, bermakna kalau Naga itu Kekuatan atau Kemegahan. Kalau Burung Phonix itu bermakna Keabadian. Sehingga kami berharap Pak Danny kembali jadi walikota kami. Kami menggambarkan agar visi misi Pak Danny di masa akan datang akan abadi, dirasakan terus menerus oleh masyarakat di masa akan datang,” ujar Frans, menjelaskan.
Selain itu, dia juga menyatakan jika warga Tionghoa Melayu Baru sudah berkomitmen untuk memenangkan Pasangan Danny-Fatma.
“Pastinya kami sudah berkomitmenlah, kami akan menangkan Pak Danny di TPS, kami pasti bersatu untuk pak Danny,” kata Frans. (adezakariah)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini