Meski Ada Sanksi FIFA dan Ditinggal Pemain, PSM Tetap Ikut Liga Menpora 2021

Pemain-pemain muda PSM Makassar yang tetap bertahan di tengah ketidak pastian. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Adanya sanksi FIFA terhadap PSM Makassar, tidak menghalangi keikutsertaan Tim Juku Eja berlagi di Piala Menpora 2021, yang akan digelar pada tanggal 20 Maret 2021 mendatang.
Malah, Tim yang berjuluk ayam jantan dari timur ini, berada di Grup A bersama tim-tim kuat seperti Bali United, Persita Tangerang, Persela Lamongan dan Bhayangkara Solo FC sebagai tuan rumah.
Jika dilihat dari materi pemain, PSM berada di Grup dengan tim-tim tertinggi di tanah air dengan deretan materi pemain yang berada di atas rata-rata. Misalnya Bali United, yang pada pemain bintang dan bergaji tinggi.
Namun, PSM tidak ciut nyalinya, meskipun hingga saat ini belum jelas skuad tim yang akan diikutkan dalam pertandingan nanti. PSM akan mencari pemain baru untuk menggantikan posisi pemain-pemain hebatnya yang hengkang ke club lain.
Masih ada stok pemain-pemain muda PSM yang bisa diandalkan, meskipun pemain ini tidak digaji sebesar gaji pemain bintang. Pemain muda yang selama ini dibina PSM, tetap konsisten bertahan bersama Pasukan Ramang, dan bisa dicetak menjadi pemain berprestasi ke depan.
Diketahui, PSM mendapat sanksi dari Komite Disiplin FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain dan transfer pemain selama tiga periode bursa transfer.
Saknsi ini berawal dari ulah bekas pemain asing PSM Giancarlo Lopes Rodrigues, yang melaporkan manajemen PSM masalah penunggakan pembayaran gaji ke Dispute Resolution Chamber (DRC) FIFA.
Akibat laporan ini, FIFA menjatuhkan sanksi kepada PSM berupa larangan bertanding sebelum melunasi gaji pemain dan bekas-bekas pemainnya yang hengkang.
Sementara itu, bekas pemain PSM yang kini jadi koordinator asisosiasi pesepakbola profesional, Ponaryo Astaman meminta agar PSM segera melunasi gaji para pemainnya agar bisa lepas dari sanksi FIFA.
Dia berharap, karena sudah ada tanda-tanda terbitnya izin Kapolri terkait kelanjutan LIGA 1, persoalan sanksi yang dijatuhkan PSM sudah bisa teratasi cepat.
“PSM ini adalah club besar dan punya sejarah besar di persepakbolaan, tidak mungkin persoalan gaji bisa menjadi kendala keikutsertaannya dalam kompetisi. Apalagi sekarang PSM sudah ditangani tokoh besar dan salah satu konglomerat di tanah air, pasti ini bisa diselesaikan,” ujar Ponaryo. (andi ade zakaria)