menitindonesia, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar dari Daerah Pemilihan (Dapil) Makassar II, Ray Suryadi Arsyad, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Makassar yang menghadirkan program pete-pete laut untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat pesisir dan kepulauan.
Meski demikian, Ray mengingatkan agar program tersebut tidak berhenti pada seremoni peluncuran semata, melainkan dijalankan secara berkelanjutan dan mampu menjawab kebutuhan mobilitas warga dalam jangka panjang.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Makassar yang memberikan perhatian kepada masyarakat pesisir dan kepulauan melalui penyediaan moda transportasi ini. Ini merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang beraktivitas di wilayah kepulauan,” ujar Ray, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, kehadiran pete-pete laut menjadi langkah positif dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mempermudah akses masyarakat kepulauan menuju pusat-pusat layanan di Kota Makassar.
Karena itu, ia mendorong agar cakupan layanan pete-pete laut diperluas sehingga mampu menjangkau lebih banyak pulau yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
“Harapan kami, manfaat program ini bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat kepulauan dan menjadi solusi nyata terhadap kebutuhan transportasi mereka,” katanya.
Ray menilai salah satu tantangan terbesar yang harus diantisipasi pemerintah adalah aspek keberlanjutan operasional armada. Menurutnya, kapal yang beroperasi setiap hari di lingkungan laut membutuhkan perawatan lebih intensif dibanding moda transportasi darat.
Ia mengingatkan, tingginya tingkat korosi akibat paparan air laut dapat mempercepat penurunan kondisi armada apabila tidak dibarengi sistem pemeliharaan yang baik.
“Program ini harus berkelanjutan, termasuk dari sisi maintenance. Armada laut memiliki masa penyusutan dan membutuhkan perawatan ekstra karena setiap hari bersentuhan langsung dengan air laut yang tingkat korosinya cukup tinggi,” tegasnya.
Selain kesiapan armada, Ray juga menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia yang mengoperasikan kapal. Ia menilai keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan transportasi laut.
Menurutnya, nahkoda dan awak kapal harus memiliki kompetensi yang memadai, termasuk kemampuan membaca kondisi cuaca dan mengambil keputusan yang tepat sebelum pelayaran dilakukan.
“Nahkoda dan awak kapal harus benar-benar memiliki kemampuan yang proper untuk mengoperasikan kapal. Mereka juga harus mampu menentukan kapan kapal aman berlayar dan kapan pelayaran harus ditunda demi keselamatan penumpang,” ujarnya.
Ray berharap program pete-pete laut dapat berkembang menjadi sistem transportasi laut yang andal, aman, dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat konektivitas wilayah kepulauan Kota Makassar.