Presiden Prabowo saat menerima miniatur kapal perang legendaris Jepang, Mikasa dari Kemenha Jepang. (ist)
menitindonesia, JAKARTA — Menteri Pertahanan Jepang, Shinjirō Koizumi, mengungkap sejumlah hasil penting dari kunjungan singkatnya ke Indonesia yang berlangsung selama satu hari.
Dalam kunjungan tersebut, Koizumi berkesempatan bertemu langsung dengan Presiden RI Prabowo Subianto di kediaman pribadinya.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah saat Koizumi menyerahkan miniatur kapal perang legendaris Jepang, Mikasa, kepada Prabowo. Hadiah tersebut disebut memiliki nilai historis karena kapal perang itu berasal dari Kota Yokosuka, daerah kelahiran Koizumi.
“Saya memberikan Presiden Prabowo sebuah model kapal perang Mikasa sebagai hadiah. Presiden Prabowo, yang merupakan mantan perwira militer dan mantan Menteri Pertahanan, sangat senang menerimanya,” tulis Koizumi melalui akun Instagram pribadinya, Minggu (14/6/2026).
Koizumi juga mengapresiasi perhatian besar Prabowo terhadap kerja sama pendidikan pertahanan antara Indonesia dan Jepang. Menurutnya, Presiden Prabowo memiliki peran penting dalam mendorong pengiriman taruna dan mahasiswa Indonesia ke Akademi Pertahanan Nasional Jepang yang berada di Yokosuka.
Bahkan dalam kesempatan tersebut, Prabowo mempertemukannya dengan sejumlah alumni akademi pertahanan Jepang yang kini berkiprah di berbagai sektor strategis pemerintahan Indonesia.
“Presiden Prabowo mengumpulkan para alumni Akademi Pertahanan Nasional untuk saya. Salah satunya adalah Wakil Menteri Pertanian Indonesia. Saya sangat berterima kasih atas perhatian khusus Presiden terhadap Akademi Pertahanan Nasional,” ujarnya.
Tak hanya bertemu Presiden, Koizumi juga melanjutkan pembahasan strategis bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari sejumlah agenda yang sebelumnya dibahas bersama Prabowo.
Koizumi menilai kunjungan singkat tersebut menghasilkan berbagai kemajuan konkret yang dapat memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang ke depan.
“Pertemuan dengan Menteri Pertahanan Sjafrie menjadi tindak lanjut yang komprehensif atas diskusi substansial bersama Presiden. Meski hanya satu hari di Indonesia, saya merasa kunjungan ini menghasilkan capaian penting bagi hubungan kedua negara,” katanya.
Dalam keterangannya, Koizumi juga menyoroti posisi strategis Indonesia dalam jalur pelayaran internasional. Keberadaan Selat Malaka dan Selat Lombok dinilai menjadikan kerja sama keamanan maritim antara Indonesia dan Jepang semakin krusial di tengah dinamika kawasan.
“Keamanan maritim dan pengamanan jalur laut bukan hanya penting bagi Jepang dan Indonesia, tetapi juga bagi dunia internasional,” tegasnya.
Ia berharap kunjungan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi kedua negara dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik sekaligus mendorong kemakmuran bersama.
“Saya yakin kunjungan ini akan menjadi kesempatan bagi Jepang dan Indonesia untuk memperdalam kerja sama demi stabilitas dan kemakmuran kawasan maupun dunia. Terima kasih kepada Presiden Prabowo dan seluruh rakyat Indonesia,” tutup Koizumi.
Usai rangkaian pertemuan resmi, kedua pihak juga menghadiri jamuan makan malam yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi Indonesia, mulai dari Menteri Luar Negeri, para kepala staf angkatan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, anggota parlemen, hingga perwakilan kalangan dunia usaha.