Siapa Mau Pimpin Demokrat Sulsel? Akbar Endra: Belajar Dulu Manajemen Kepemimpinan Sama Reza Ali

Mantan Anggota DPRD Maros dari Fraksi Demokrat dua periode (2009-2019), Akbar Endra. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Mantan Anggota DPRD Kabupaten Maros dari Fraksi Partai Demokrat dua periode (2009-2019) Akbar Endra, mengenang kejayaan Demokrat Sulsel di masa Reza Ali.
“Musda pasti akan ada, kalau belum sekarang karena sesuatu hal, DPP akan tunjuk Plt Ketua hingga digelarnya Musda. Bisa yang ditunjuk Ketua DPD sekarang atau salah satu Ketua DPP. Itu hak DPP,” kata Akbar Endra dalam diskusi bersama redaksi menitindonesia.com di Jalan Landak Baru nomor 2 A Makassar, jelang buka puasa, Kamis (29/4/2021).
Dia menjelaskan agenda Musda itu adalah sunnahtullah (hukum alam) bagi semua partai politik. Soal jadwal kapan dan di mana dilaksanakan, katanya, hanyalah masalah teknis.
Akbar tidak memungkiri, di internal Demokrat Sulsel, ada dua nama yang bakal maju, yakni Ni’matullah dan Ilham Arif Sirajuddin (IAS).
IAS pernah menjadi Ketua DPD Partai Demokrat pada tahun 2012 dan dia mengendarai PD di Pilgub 2013 berpasangan dengan Ustad Aziz Qahar Musyakkar dengan tangline IA (Ilham Aziz).
Tak cukup lima tahun memimpin PD Sulsel, mantan walikota Makassar itu berhenti di tengah jalan karena proses hukum di KPK. Ia digantikan oleh Ni’matullah memimpin PD Sulsel.
“Masa Reza paling indah, meskipun awalnya dipandang sebelah mata, Reza tunjukkan prestasi Demokrat Sulsel di Pemilu 2009,” ucap Akbar.
Pada Pemilu 2009, PD Sulsel melejit dari 1 kursi  menjadi 10 kursi di DPRD Sulsel, dari 0 kursi menjadi 4 kursi di Maros, di Makassar dari 1 kursi menjadi 9 kursi, dan hampir semua Kabupaten Kota, Demokrat mendapatkan kursi pimpinan DPRD.
“Pileg 2009,  semua Caleg eksis di Dapil. Bahkan kalau ada yang ditemukan di Warkop dipukul pakai rotan dan disuruh ke Dapilnya bekerja. Reza bilang, biar tak punya uang,  bisa menang asal kerja keras, temui pemilih di Dapilmu minta tolong pilih kau,” kata Akbar mengenang.
Selain itu, menurut Akbar, pesan-pesan Reza banyak yang menginspirasi kader, di mana Reza sering meminta kader demokrat agar tidak sok jago di lapangan tapi selalu bersikap rendah hati.
“Seperti padi, semakin berisi semakin menunduk, semakin kuat semakin santun, bukan sudah lemah dan blo’on pula tapi sok jago dan sok pintar,” ucapnya.
Lebih tegasnya, Akbar Endra menyarankan agar semua yang berminat menjadi ketua partai di Sulsel, mesti belajar ilmu manajemen kepemimpinan politik dari Reza Ali, terutama belajar melakukan hal-hal yang sederhana tapi tepat dan jitu.
“Pak Reza selalu mengosongkan diri dan mengutamakan gagasan partai, dia kerjakan strategi partai sungguh-sungguh dan pelaksanaannya dilakukan secara konsisten oleh tim. Itu yang penting,” pungkasnya. (andi esse)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini