Puasa ke-7, Pasar Tadisional Pa’baeng-Baeng Sepi, Daya Beli Rendah

Pasar Pa'baeng-Baeng, Makassar. (Foto: Ist)
Sejak dilanda amuk korupsi beberapa tahun lalu, kini pedagang pasar merasa kena imbasnya: sial, pasar sepi! Mereka harap, Walikota Makassar, Danny Pomanto, bisa mengubah keadaan di Pasar Pabaeng-Baeng.
menitindonesia, MAKASSAR – Transaksi jual beli di Pasar Tradisional Pa’baeng-Baeng terlihat sangat sepi dari pembeli. Para pedagang, banyak yang melamun. Hanya satu dua pembeli yang menghampirinya. Itupun terlihat menawar, lalu pergi. Batal membeli.
“Beginilah kondisi pasar sekarang nak, dulu tidak begini. Saya ingat di sini dulu ramai, tergolong pasar paling ramai. Tapi sejak ada masalah korupsi pembangunan pasar, sejak itu kita kena sialnya juga, kehilangan pembeli,” kata Daeng Ati (62), pedagang sayur di Pa’baeng-Baeng, Sabtu (9/4/2022)
Daeng Ati sangat berang. Dia sudah berjualan lebih setengah abad di pasar ini. Dari pasar dia bisa mengongkosi hidup bersama suami dan anak-anaknya.

Nenek yang masih enerjik ini, juga mengaku penyaksi zaman. Silih berganti pemimpin datang, pasar Pa’baeng-Baeng selalu baik-baik saja.

WhatsApp Image 2022 04 09 at 16.45.16
Penjual Sayur di Pasar Pabaeng-Baeng, Daeng Ati (62)
“Nanti kami kena imbas setelah datang garong merusak dengan mengorupsi proyek pembangunan pasar, barulah kami susah,” ucap Daeng Ati.
Lain lagi dengan Daeng Idris (75), penjual Ikan Maero di sebelahnya. Daeng Idris tak ingin menyoal korupsi pembangunan pasar yang pernah terjadi. Kata dia, koruptornya sudah dibereskan oleh penegak hukum. “Kita harus maafkan,” ucapnya.
WhatsApp Image 2022 04 09 at 16.53.29
Daeng idris – Penjual Ikan Maero di Pa’baeng-Baeng. (Foto: Ist)
Pasar Pa’baeng-Baeng menjadi sepi, karena pembeli sudah berpindah ke supermarket yang bertebaran seperti jamur di kota ini. Bahkan, sampai dalam lorong pun, kata Idris, juga diserbu mini market.
“Pembeli sudah pindah belanja di mini market. Kalau yang datang ke sini belanja, hanya itu-itu saja, kebetulan lewat. Itupun lebih banyak datang menawar baru pergi,” keluh Daeng Idris.
Dia mengaku mulai berjualan di Pasar Pabaeng-Baeng sejak tahun 70-an. Dia mengenang zaman Presiden Soeharto, yang dia anggap zaman paling jaya bagi pedagang di Pabaeng-Baeng.
Hampir senada dengan Daeng Idris. Ialah Sandi Daeng Bundu (60), penjual Ikan Tuna. Sandi Daeng Bundu bilang, semakin maju kota ini, semakin sepi pasar tradisional.
WhatsApp Image 2022 04 09 at 16.45.18 1
Sandi Daeng Bundu, penjual Ikan Tuna. (Foto: Ist)
“Pembeli sekarang mau dimanja, tidak mau repot di tempat seperti ini, banyak lalat dan baunya menyengat. Mana harga juga tinggi, sama dengan harga di toko-toko modern,” ujar Daeng Bundu.
Daeng Bundu berharap, Pemerintah merenovasi kembali pasar-pasar tradisional, menjadikannya tempat yang nyaman bagi pedagang dan pembeli bertransaksi.
“Dulu memang, sudah pernah pasar ini dibangun, tapi ada masalah, jadi pembangunannya tidak sesuai yang direncanakan, yang dapat untungnya kata orang, kontraktor yang kerja, kami ini dapat sialnya,” sindir Daeng Bundu.
Namun, Daeng Bundu mengaku tidak menyoal lagi hal yang sudah terjadi, toh koruptornya sudah dihukum. Sejak masa pandemi, kata dia, daya beli masyarakat sangat menurun, sementara harga jual di pasar mengalami kenaikan.
Daeng Bundu menyinggung virus corona, sebagai sebab banyak orang susah. Kata dia, virus corona menjadi sebabnya.
“Dulu kita dilarang jualan gara-gara corona datang. Sekarng harga-harga jadi mahal dan masyarakat banyak yang tidak punya uang. Jadi kalau belanja, menawar terus, kalau tidak cocok harga yah tidak jadi beli,” jelas Daeng Bundu.
Dia tidak menyalahkan pembeli menawar harga ikan tunanya terlalu rendah.
“Satu ekor ikan tuna sebesar botol mineral sedang, dijual Rp50 ribu. Pembeli, menawarnya Rp20 ribu. Kan saya rugi, modalnya sebenarnya satu ekor ini Rp40 ribu,” jelasnya.
Meskipun sepi pembeli, Daeng Bundu mengaku semua pedagang tetap memilih bertahan di pasar Pabaeng-Baeng.
“Sekarang sudah lebih baik sedikit, karena Pak Wali (Danny Pomanto, red) sudah beri perhatian sama pedagang pasar. Jadi kita berharap Pak Wali kita ini bisa mengubah keadaan kami di pasar ini,” pungkasnya. (roma)