Sejak dilanda amuk korupsi beberapa tahun lalu, kini pedagang pasar merasa kena imbasnya: sial, pasar sepi! Mereka harap, Walikota Makassar, Danny Pomanto, bisa mengubah keadaan di Pasar Pabaeng-Baeng.
menitindonesia, MAKASSAR – Transaksi jual beli di Pasar Tradisional Pa’baeng-Baeng terlihat sangat sepi dari pembeli. Para pedagang, banyak yang melamun. Hanya satu dua pembeli yang menghampirinya. Itupun terlihat menawar, lalu pergi. Batal membeli.
“Beginilah kondisi pasar sekarang nak, dulu tidak begini. Saya ingat di sini dulu ramai, tergolong pasar paling ramai. Tapi sejak ada masalah korupsi pembangunan pasar, sejak itu kita kena sialnya juga, kehilangan pembeli,” kata Daeng Ati (62), pedagang sayur di Pa’baeng-Baeng, Sabtu (9/4/2022)
Daeng Ati sangat berang. Dia sudah berjualan lebih setengah abad di pasar ini. Dari pasar dia bisa mengongkosi hidup bersama suami dan anak-anaknya.
Nenek yang masih enerjik ini, juga mengaku penyaksi zaman. Silih berganti pemimpin datang, pasar Pa’baeng-Baeng selalu baik-baik saja.

“Nanti kami kena imbas setelah datang garong merusak dengan mengorupsi proyek pembangunan pasar, barulah kami susah,” ucap Daeng Ati.
Lain lagi dengan Daeng Idris (75), penjual Ikan Maero di sebelahnya. Daeng Idris tak ingin menyoal korupsi pembangunan pasar yang pernah terjadi. Kata dia, koruptornya sudah dibereskan oleh penegak hukum. “Kita harus maafkan,” ucapnya.

Pasar Pa’baeng-Baeng menjadi sepi, karena pembeli sudah berpindah ke supermarket yang bertebaran seperti jamur di kota ini. Bahkan, sampai dalam lorong pun, kata Idris, juga diserbu mini market.
“Pembeli sudah pindah belanja di mini market. Kalau yang datang ke sini belanja, hanya itu-itu saja, kebetulan lewat. Itupun lebih banyak datang menawar baru pergi,” keluh Daeng Idris.
Dia mengaku mulai berjualan di Pasar Pabaeng-Baeng sejak tahun 70-an. Dia mengenang zaman Presiden Soeharto, yang dia anggap zaman paling jaya bagi pedagang di Pabaeng-Baeng.
Hampir senada dengan Daeng Idris. Ialah Sandi Daeng Bundu (60), penjual Ikan Tuna. Sandi Daeng Bundu bilang, semakin maju kota ini, semakin sepi pasar tradisional.














