Diduga Menipu Rekannya, Pemilik Jalangkote Lasinrang Masuk Penjara?

Jalangkota Lasinrang milik Lily Montolalu di Jalan Lsinrang, Makassar. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pengusaha jajanan kuliner ‘Jalangkote Lasinrang’ yang terkenal di Makassar sejak tahun 1985, Ny Lily Montolalu, ditahan di Kejaksaan Tinggi Sulsel karena diduga terlibat kasus penipuan terhadap rekannya dengan total kerugian mencapai miliaran. Lily pun dijebloskan ke dalam tahanan Kejakasaan, Rabu (18/10/2022), kemarin.
Kasus ini berawal sejak tahun 2015. Saat itu, Lily Montolalu berkenalan dengan Hasan Wu di sebuah arisan. Lily lalu mengajak rekannya itu bekerjasama untuk membuka outlet cabang Jalangkote Lasinrang.
Melihat usaha Lily itu sudah lama terkenal dan laris, Hasan Wu pun tertarik. Sebelum memulai kerjasamanya, Lily meminta modal awal kepada Hasan Wu terkait rencana kerjasama usaha Jalangkote Lasinrang.
Hasan Wu lalu memberikan emas batangan pada tahun 2015. Tak hanya itu. Lily meminta juga pinjaman uang. Maka Hasan Wu menambahkan emas batangan dan sejumlah uang tunai.
Setelah menyerahkan emas batangan dan uang tunai kepada Lily, maka Hasan Wu pun meminta agar kerjasama usaha Jalangkote Lasinrang dimulai.
Lily lalu meminta Hasan Wu mencari rumah toko yang strategis di Kota Makassar, karena dia ingin membelinya untuk ditempati membuka usahanya. Lily pun menawar dua unit Ruko di Jalan Landak Baru, Makassar, senilai Rp 3 miliar.
Untuk membayar Ruko terebut, Lily kembali meminta uang kepada Hasan Wu sebagai panjar dan sekaligus untuk mutasi Bank di rekening BRI, tahun 2015.
Lily menempati Ruko selama delapan bulan, namun uang yang diterima dari Hasan Wu itu, ternyata tidak digunakan sesuai kesepatan. Lily tidak membayar pemilik Ruko tersebut, dan tidak melakukan mutasi di rekening BRI.
Karena tidk membayar sepeserpun, maka pemilik Ruko tersebut meminta Lily Montolalu keluar dari Rukonya.
Kerjasama membuka cabang usaha Jalangkote Lasinrang dengan Hasan Wu itu tak pernah terwujud. Begitu juga uang yang dipinjam Lily  dari Hasan Wu dengan jaminan Bilyet Giro (BG), semuanya bodong. Emas batangan yang sudah dijual Lily pun, semakin kabur tanpa kejelasan.
Akhirnya, Hasan Wu meminta kuasa hukumnya, Boby Kondoi, menempuh jalur hukum terkait dengan uang dan emas batangan yang diserahkan kepada Lily untuk kerjasama usaha yang saling menguntungkan, namun tak kunjung terwujud itu.
Dikonfirmasi kepada Boby Kondoi, dijelaskan, bahwa sejak merencanakan kerjasama dengan Lily, kliennya itu, mengalami kerugian. BG yang dijaminkan, ungkap dia, Lily juga bodong.
“Rencana kerjasama yang saling menguntungkan antara klien kami dengan Ibu Lily tidak terwujud, justru klien kami sangat dirugikan karena adanya dugaan penipuan dan penggelepan emas dan uang,” kata Boby saat dikonfirmasi di Makassar, Rabu (19/10/2022).
Selain itu, Boby juga menuturkan, bahwa Hasan Wu, sudah meninggal dunia September 2022, lalu. Sebelum meninggal, kata Boby, kliennya itu, sempat menitipkan amanah, agar Lily diproses hukum karena telah merugikan dirinya dan keluarganya.
“Karena ini amanah almarhum Hasan Wu, agar diproses secara hukum dan seadil-adilnya, maka kami pun menempuh upaya hukum hingga Lily ditahan kejaksaan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Boby.
Ia juga menyayangkan sikap Lily sebelumnya. Boby mengatakan, sebelumnya Lily pernah mengatakan, percuma kalau dirinya diproses hukum. “Lily merasa kebal hukum,” ucap Boby.
Hingga berita ini tayang, belum didapat konfirmasi dari Lily Montolalu terkait dengan emas batangan dan uang yang diterimanya dari Hasan Wu itu. Saat ini, Lily mendekam di dalam tahanan kejaksaan. (roma)