LSM PILHI Membentuk Organ Gerakan Pemuda Milenial Anti Korupsi di Makassar

Direktur Eksekutif LSM-PILHI, Syamsir Anchi. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Direktur Eksekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILHI) Syamsir Anchi, menyampaikan agendanya untuk membentuk Gerakan Pemuda Milenial Anti Korupsi (GP-MAK) di Makassar.
Menurut Alumni Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin itu, pemberantasan korupsi di Indonesia kian mendekati titik nadir, sehingga menjadi alasan bagi LSM PILHI mendorong gerakan anti korupsi yang melibatkan partisipasi masyarakat, terutama pemuda milenial.
“Kita melihat situasi pemberantasan korupsi di Indonesia semakin parah. Indeks persepsi korupsi Indonesia juga anjlok. Makanya kami bikin GP-MAK, biar gerakan antikorupsi semakin massif,” kata Syamsir Anchi melalui keterangannya, di Makassar, Minggu (4/12/2022).
Meski demikian, lanjut Anchi, LSM PILHI percaya masih ada harapan dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia jika anak muda Indonesia mau terlibat aktif dalam setiap gerakan antikorupsi.
LSM PILHI, menurut Anchi, ingin memberikan ruang khusus bagi anak muda untuk membicarakan soal demokrasi, dan gerakan antikorupsi.
“Anak muda harus diajak terlibat langsung dalam gerakan demokrasi dan gerakan antikorupsi. Pemuda milenial ini punya potensi besar untuk memperbaiki bangsa ini di masa akan datang. PILHI mengajak mereka, harus peduli dulu kepada bangsanya,” ujar Anchi.
Momentum hari antikorupsi se dunia yang diperingati tiap tanggal 9 Desember, nanti, kata dia, menjadi momentum bagi PILHI untuk mengajak anak muda, mahasiswa dan gen z masuk dalam zona perjuangan antikorupsi, dan meningkatkan kesadaran untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi.
“Dalam hal memerangi korupsi, semua elemen bangsa harus ikut bergerak dengan fungsi dan tugasnya masing-masing, termasuk pemuda dan mahasiswa,” jelasnya.
Tanggung jawab melawan korupsi, ujar Anchi, tak hanya ada di pundak aparat penegak hukum. Tetapi, menurut dia, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk mengawasi pejabat publik, melaporkan dugaan korupsi dan melakukan advokasi terhadap kasus-kasus yang dapat merugikan negara.
“Nanti GP-MAK ini akan mengambil peran dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, misalnya mereka menjadi relawan untuk mencari, memperoleh, memberikan data atau informasi tentang tidak pidana korupsi,” ungkap Anchi.
Aktivis 98 itu,  menambahkan, untuk menjalankan peran tersebut, LSM-PILHI sementara ini merekrut aktivis mahasiswa dan pemuda yang akan diberikan pelatihan terkait pemberantasan korupsi.
“Sudah ada beberapa mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar yang kami ajak gabung dan bina, mereka akan mengikuti pelatihan dan forum diskusi untuk menambah wawasan terkait gerakan antikorupsi,” ujarnya. (roma)