Bedah Buku Aldera di Unpar, Rektor: Pesertanya Lebih Ramai dari Kunjungan Presiden Jokowi

Bedah buku Aldera di Unpar, Bandung. (Foto: Ist)
menitindonesia, BANDUNG – Rektor Universitas Parahyangan (Unpar), Mangadar Situmorang, PhD membuka Kuliah Umum dan Bedah Buku Aldera “Potret Gerakan Politik Kaum Muda 1993-1999, yang dilaksanakan di Auditorium Pusat Pembelajaran ARNTZ-GEISE, Rabu (7/12/2022).
Dalam sambutannya, Mangadar Situmorang mengatakan, jumlah peserta yang hadir dalam acara bedah buku Aldera ini, jauh melebihi jumlah peserta yang hadir saat Presiden Jokowi berkunjung dan meresmikan Auditorium PPAG, Kampus Unpar.
“Jumlah yang hadir di acara ini lebih banyak, tidak kurang dari 1000 orang. Lebih banyak jumlahnya dibanding saat Presiden Jokowi berkunjung ke sini,” kata Mangadar Situmorang.
Saat Jokowi hadir di Unpar, lanjut Mangadar, jumlah peserta yang hadir sangat sedikit, karena saat itu masih dalam situasi pandemi covid-19 dan sedang diberlakukan pembatasan jumlah orang berkumpul.
Selain itu, Mangadar juga menyampaikan, bahwa Unpar sangat bangga kepada Dr Pius Lustrilanang, Si.P, MSi, alumni Fisip Unpar yang kini menjadi salah satu pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, yang juga adalah tokoh pejuang reformasi yang dicatat sejarah sebagai penakluk Orde Baru.
“Pius Lustrilanang, adalah alumni Unpar yang sangat kami banggakan. Tak hanya sebagai pejuang reformasi, tapi juga seorang tokoh dalam pemerintahan,” ujarnya.
Salah satu elemen gerakan yang penting di masa perjuangan reformasi, kata Mangadar, adalah Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) yang dipimpin Pius Lustrilanang yang berbasis di Bandung.
“Aldera di masa Orde Baru adalah organisasi perlawanan yang pada puncaknya pada tahun 1998 memaksa Presiden Soeharto turun dari kekuasaan. Issu terpenting yang dibawa Aldera, menarik mahasiswa anti kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Anti KKN ini adalah semangat zaman ketika itu,” ucap Mangadar.
Sementara, dalam acara bedah buku ini, tampil sebagai pembedah buku yakni Dekan Fisip Unpar, Dr Pius Sugeng Prasetyo, Dekan Fakultas Hukum Unpar, Dr Liona Nanang Supriatna, Ketua Jurusan HI Unpar, Elizabeth AS Dewi, Ph.D, dan moderator diskusi dibawakan oleh Vidaa Alatas.
Juga dalam acara bedah buku ini, dihadiri sahabat Pius Lustrilanang dari Makassar, yaitu Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo, Aktivis 98 Akbar Endra dan Susuman Halim serta Sekretaris Ketua IKA Makassar, Faisal. (roma)